Garis pembatas tersebut dicetak menggunakan bahan cat termoplastik dengan total pemakaian mencapai sekitar 300 kilogram pada hari pertama pelaksanaan
Kabaraktual.online | Jakarta Barat – Pekerjaan penandaan jalur khusus dan pembatas akses kendaraan sedang dilaksanakan secara bertahap di lingkungan Terminal Bus Kalideres, Jakarta Barat, pada Senin, 29 Juni 2026.
Kegiatan ini dikerjakan oleh tim yang beranggotakan lima hingga enam petugas dari Palapa yang mengenakan seragam kerja berwarna merah, guna menata kembali alur pergerakan kendaraan agar lebih aman, teratur, dan nyaman bagi seluruh pengguna jasa transportasi umum.
Menggunakan Bahan Khusus, Pengerjaan Berlangsung Hingga Empat Hari
Menurut keterangan yang disampaikan oleh pengoperasian alat pemasak bahan, Aditya Munaris, garis pembatas tersebut dicetak menggunakan bahan cat termoplastik dengan total pemakaian mencapai sekitar 300 kilogram pada hari pertama pelaksanaan.
Pekerjaan dimulai sejak pukul 10.00 WIB dan diperkirakan akan berlangsung selama dua hingga empat hari ke depan, tergantung pada kepadatan aktivitas kendaraan di dalam lingkungan terminal. Penataan ini dimaksudkan agar batas antara jalur pemberangkatan bus, jalur kendaraan pribadi, serta lintasan pejalan kaki dapat terlihat jelas dan tidak saling tumpang tindih.
Selama proses pengecatan berlangsung, arus lalu lintas di sekitar lokasi pekerjaan mungkin akan mengalami perlambatan sementara, namun hal tersebut akan segera kembali normal setelah seluruh lapisan bahan mengeras dan kering sepenuhnya.
Keberadaan garis tegas ini kelak akan mengurangi risiko kecelakaan, mencegah penumpukan kendaraan secara sembarangan, serta memudahkan penumpang mengenali zona aman saat menunggu maupun turun dari kendaraan.
Disambut Baik Pengguna dan Pelaku Usaha di Lokasi
Langkah penataan ini disambut dengan tanggapan positif oleh para pengemudi kendaraan maupun pedagang yang beraktivitas di lingkungan sekitar.
Mereka berpendapat bahwa penegasan batas jalan akan membuat tata kelola terminal menjadi lebih rapi, mengurangi kemacetan yang kerap terjadi di pintu masuk maupun keluar, serta meningkatkan citra pelayanan fasilitas umum tersebut bagi masyarakat luas. (H.R)
Editor : Redaksi












