banner 728x250

Aipda Jonni Rahmad Sisihkan Gaji Bangun 4 Rumah Fakir Miskin: Menjadi Polisi Berarti Hadir & Berbagi Tanpa Diminta

Jonni selalu hadir di saat masyarakat kesulitan. Saat banjir melanda akhir 2025, ia mendatangi anak-anak terdampak membawa Iqra dan Al-Qur'an agar semangat belajar mereka tidak putus.
banner 468x60

KABARAKTUAL.ONLINE | BANDA ACEH — Bagi Aipda Jonni Rahmad, menjadi polisi bukan sekadar mengenakan seragam dan menjaga keamanan. Prinsipnya sederhana: pengabdian berarti hadir saat masyarakat membutuhkan, berbagi saat memiliki, dan membantu tanpa harus diminta.

Bertugas sebagai Ps. Kasium Polsek Panteraja, Polres Pidie Jaya, Polda Aceh, ia dikenal sebagai sosok polisi yang dekat dengan warga dan terus berbuat kebaikan, bahkan menyisihkan sebagian gajinya untuk membangun rumah bagi yang membutuhkan.

Example 300x600

📌Baca Juga :

🔗 Pengacara Kondang Erles Rareral Usul Ganti Menko Info, Roy Suryo Dinilai Lebih Tepat Atasi Banjir Hoaks

📌Polisi yang Mengabdi Sejak 2005 & Penuh Dedikasi

Polisi kelahiran 15 Maret 1986 ini telah mengabdikan diri sejak lulus Diktukba Polri pada 2005. Ia juga mengikuti pelatihan penyegaran bendahara pengeluaran pada 2015 dan telah meraih deretan penghargaan, antara lain Satyalancana Pengabdian 8 Tahun (2013), Satyalancana Pengabdian 16 Tahun (2021), serta apresiasi dari Kapolres Pidie (2017), Kapolres Pidie Jaya (2020), Asisten SDM Polri dan Kapolda Aceh (2021), hingga Kepala SPN Polda Aceh (2022). Namun, baginya penghargaan tertinggi adalah melihat orang lain terbantu dan tersenyum kembali.

📌Baca Juga :

🔗 Polri Kirim Bantuan Peralatan Pemadaman & Kesehatan untuk Dukung Penanganan Karhutla di Kalimantan Barat

📌 Dari Banjir hingga Operasi Jantung Anak

Jonni selalu hadir di saat masyarakat kesulitan. Saat banjir melanda akhir 2025, ia mendatangi anak-anak terdampak membawa Iqra dan Al-Qur’an agar semangat belajar mereka tidak putus.

Setiap menjelang Idulfitri, ia menyisihkan rezeki untuk membelikan pakaian lebaran bagi anak-anak yatim piatu. Ia bahkan pernah membantu seorang anak menderita kebocoran jantung hingga bisa menjalani pengobatan ke Jakarta.

“Berbagi kebahagiaan tidak harus menunggu memiliki lebih. Sedikit yang diberikan dengan ketulusan dapat berarti besar bagi mereka yang membutuhkan,” ujarnya.

📌Baca Juga :

🔗 Iuran Lingkungan & Dana Bansos di RT 12/RW 009 Utan Kayu Dipertanyakan, Warga: Belum Pernah Menerima Bantuan Apapun

📌 Tindakan Paling Luar Biasa: Sisihkan Gaji Bangun 4 Rumah & Rehab 3 Rumah Fakir Miskin

Yang paling menyentuh hati, Jonni menyisihkan sebagian gajinya untuk membangun dan merehab rumah fakir miskin.

Hingga kini, ia telah membangun empat rumah baru dan merehabilitasi tiga rumah milik keluarga yang membutuhkan. Rumah-rumah itu mungkin sederhana, namun bagi penghuninya menjadi tempat berlindung, rasa aman, sekaligus harapan baru.

📌Baca Juga :

🔗 Ditpolairud Polda Metro Jaya Berikan Kursi Roda untuk Warga Pesisir Muara Angke

📌 Apa Motivasinya? — Bukan Popularitas, Tapi Tulus Mengabdi Tanpa Pamrih

Jonni menegaskan semua yang dilakukannya bukan untuk mencari pujian atau sorotan media. Semua lahir dari keinginan tulus membantu sesama sebagai bagian dari pengabdian Polri.

“Semua yang saya lakukan bukan untuk mencari popularitas atau dikenal banyak orang. Ini murni karena keinginan untuk membantu sesama. Sebagai anggota Polri, saya merasa wajib untuk hadir dan memberikan manfaat bagi masyarakat, terutama ketika ada saudara-saudara kita yang membutuhkan,” tegasnya saat diwawancarai, Selasa (25/8/2026).

Baginya, menjadi polisi bukan hanya menjaga keamanan, tetapi juga memastikan mereka yang dalam kesulitan tidak merasa sendirian maupun dikesampingkan.

Tindakan sederhana namun bermakna inilah yang membuktikan pengabdian seorang Bhayangkara tidak berhenti saat seragam dilepas. (H.R)

Editor: Redaksi

📎 Keterkaitan Berita

Kisah Aipda Jonni Rahmad menjadi inspirasi nyata bahwa pengabdian aparat tidak hanya terbatas pada tugas kedinasan, tetapi juga melalui kepedulian sosial yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat. Di tengah berbagai dinamika, sosok seperti Jonni menunjukkan bahwa kehadiran Polri di tengah masyarakat tidak hanya sebagai penjaga keamanan, tetapi juga pelindung dan pelayan yang tulus. Langkah menyisihkan penghasilan untuk membangun rumah bagi yang membutuhkan juga mengingatkan kita semua bahwa berbuat baik tidak harus menunggu kaya raya — ketulusan dan konsistensi justru yang membuat bantuan menjadi sangat berharga. Semoga kisah ini menginspirasi lebih banyak orang, baik sesama aparat maupun masyarakat umum, untuk saling peduli dan berbagi kebaikan.

banner 120x600