KABARAKTUAL.ONLINE | INDRAGIRI HULU — Praktik mafia penyalahgunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi kian merajalela di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu).
Salah satu Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) bernomor registrasi 14293688 di Pangkalan Kasai, Kecamatan Seberida, terpantau melayani pengisian BBM bersubsidi secara tidak wajar pada Senin (24/8/2026), namun hingga kini belum ada tindakan dari pihak berwenang.
📌Baca Juga :
🔗 Massa Sampaikan Aspirasi di PN Jaksel, Minta Praperadilan Febrie Adriansyah Ditolak
📌 Pengisian Jerigen & Mobil Modifikasi Berlangsung Terang-Terangan
Berdasarkan pantauan di lokasi, oknum yang diduga sebagai mafia BBM bersubsidi terlihat mengisi BBM ke dalam jerigen, kendaraan yang telah dimodifikasi, hingga mobil pengangkut milik perusahaan. Aktivitas ini dilakukan secara terbuka di siang hari dan diduga berlangsung hingga malam hari hingga stok habis atau SPBU tutup.
“Para mafia BBM bersubsidi ini mulai pengisian jerigen, mobil modifikasi hingga mobil pengangkut hasil dari perusahaan hingga kini belum mendapat tindakan dari pihak berwenang,” ungkap seorang pengantri BBM jenis Bio Solar yang enggan disebutkan namanya.
📌Baca Juga :
🔗 Koramil 05/Toho Perkuat Penanganan Karhutla Secara Masif dan Berkelanjutan di Sadaniang
📌 Pertalite & Solar Disalurkan ke Kendaraan Tak Berhak
Warga juga memaparkan bahwa tidak hanya solar, BBM jenis Pertalite pun dilayani secara terang-terangan. Hal ini jelas melanggar aturan penyaluran BBM bersubsidi yang seharusnya hanya untuk masyarakat dan kendaraan pribadi tertentu, bukan untuk kebutuhan komersial maupun industri.
“Jangankan BBM jenis solar, Pertalite aja pihak SPBU berani terang-terangan mengisi pada siang hari, dan diduga ini juga berlangsung hingga malam hari sampai SPBU tidak memiliki minyak atau pas jam tutup,” tambahnya.
📌Baca Juga :
🔗 Presiden Prabowo Pimpin Rapat Penanganan Karhutla di Riau, Pastikan Penanganan Berjalan Tuntas
📌 Warga & Petani Sawit Terpaksa Antre Panjang
Kondisi ini membuat warga dan petani sangat resah karena kesulitan mendapatkan BBM untuk kebutuhan sehari-hari maupun untuk mengangkut hasil panen. Antrean panjang kerap terjadi sehingga aktivitas ekonomi warga terganggu.
“Para pengendara sebenarnya sudah sangat resah atas perbuatan para mafia BBM ini, tapi mau apa dibilang? Ya, sudah terpaksa menunggu antrian. Mobil kita ini untuk memuat hasil panen kita sendiri yakni sawit, dan kalau ada warga yang minta bantu juga kita bantu untuk mengangkut buah sawitnya. Kalau keadaan begini mungkin besok baru bisa kita angkut hasil dari kebun dan ini sudah kerap terjadi,” keluh petani tersebut.
📌Baca Juga :
📌 Kuat Dugaan Ada Barcode Cadangan atau Siluman
Kecurigaan semakin menguat karena terlihat jelas mobil pengangkut batu bara dan mobil pengangkut CPO mengisi BBM bersubsidi di SPBU tersebut — yang juga tertangkap kamera wartawan. Warga menduga pihak pengelola SPBU memiliki barcode cadangan atau para pengemudi menggunakan barcode siluman untuk mengelabui sistem.
📌Baca Juga :
📌 Pertamina & BUMN Terkait Diminta Sidak & Beri Sanksi Tegas
Warga memohon kepada pihak PT Pertamina (Persero) serta jajaran BUMN terkait untuk segera melakukan sidak ke SPBU yang dimaksud.

Mereka meminta penegakan SOP yang berlaku serta pemberian sanksi yang pantas kepada pihak pengelola SPBU karena terbukti melakukan pelanggaran secara berulang.
“Kita meminta kepada pihak PERTAMINA, agar sidak ke SPBU yang dimaksud agar keadaan Pertamina benar-benar membantu masyarakat tempatan dan mobil yang melintas saat membutuhkan pengisian BBM dengan berbagai jenis. Jajaran BUMN juga kami minta untuk bertindak atau sidak dan benar memberikan sanksi yang pantas kepada pihak SPBU karena secara jelas melakukan kesalahan tidak lagi sesuai SOP,” tegas warga.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak SPBU maupun Pertamina terkait dugaan pelanggaran tersebut. (RWP)
Editor: Redaksi
📎 Keterkaitan Berita












