KBARAKTUAL.ONLINE | MEMPAWAH — Koramil 1201-05/Toho terus memperkuat upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) secara masif dan berkelanjutan di wilayah binaan, Kecamatan Sadaniang, Kabupaten Mempawah, Provinsi Kalimantan Barat.
Pada Senin (24/8/2026), personel melaksanakan pemeriksaan langsung (ground check), patroli, serta penindakan terhadap titik panas (hotspot) yang terdeteksi berdasarkan data BMKG.
Kegiatan menyasar empat titik koordinat hotspot di Desa Sekabuk dan Desa Amawang, berjarak sekitar 33 kilometer dari Koramil dengan waktu tempuh sekitar 45 menit.
📌Baca Juga :
🔗 Presiden Prabowo Pimpin Rapat Penanganan Karhutla di Riau, Pastikan Penanganan Berjalan Tuntas
Sebanyak empat personel diterjunkan menggunakan empat unit sepeda motor membawa empat tangki gendong sebagai respons cepat agar setiap indikasi api segera ditangani sebelum meluas.
Hasil pemeriksaan menemukan lahan semak belukar seluas sekitar 0,7 hektare terbakar. Pemilik lahan belum diketahui dan penyebab kebakaran masih diselidiki; lahan tersebut diduga berpotensi untuk kegiatan pertanian.
Personel segera melakukan pemadaman langsung serta pengawasan sekitar lokasi untuk mencegah api kembali menjalar, meski beberapa titik masih mengeluarkan asap.
📌Baca Juga :
Danramil 1201-05/Toho Letda Czi Agus Fitriadi menegaskan penanganan akan dilakukan secara cepat, masif, dan berkelanjutan — mulai dari pemantauan hotspot, pemeriksaan lapangan, pemadaman, hingga pengawasan pascakebakaran.
“Kami akan terus melakukan penanganan karhutla secara masif dan berkelanjutan, mulai dari pemantauan titik hotspot, ground check, pemadaman hingga pengawasan pascakebakaran. Setiap adanya indikasi titik api akan segera kami tindak lanjuti agar tidak berkembang dan meluas,” tegasnya.
📌Baca Juga :
Selain pemadaman, pihaknya juga berkoordinasi dengan instansi terkait serta mensosialisasikan dan mengimbau masyarakat agar tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar.
“Kami juga mengimbau masyarakat untuk tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Peran serta masyarakat sangat penting dalam mencegah karhutla. Apabila menemukan titik api, segera laporkan kepada Babinsa, aparat desa atau instansi terkait agar dapat ditangani dengan cepat,” tambah Letda Czi Agus Fitriadi.

Keterbatasan sumber air dan jarak lokasi yang jauh dari akses jalan menjadi kendala, namun tidak mengurangi semangat personel di lapangan.
Patroli, pemantauan titik rawan, pemeriksaan laporan hotspot, serta koordinasi lintas sektor akan terus diperkuat sebagai kesiapsiagaan menghadapi potensi karhutla.
Sinergi TNI, pemerintah, instansi terkait, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam mencegah kebakaran sekaligus menjaga kelestarian lingkungan di wilayah Mempawah.
Editor: Redaksi












