banner 728x250

Pool Bus Langgar Perwal 61/2018, Jadi Pemicu Kemacetan di Jalan Sisingamangaraja Medan

Pengamat Transportasi USU, Dr. M. Ridwan Anas, ST., MT., menegaskan kemacetan di Medan sudah terjadi secara menyeluruh, dan keberadaan pool bus di sepanjang jalan utama memperburuk situasi.
banner 468x60

Kabaraktual.online | Medan – Keberadaan pool bus yang diduga masih beroperasi tanpa mematuhi Peraturan Wali Kota (Perwal) Medan Nomor 61 Tahun 2018 kembali menjadi sorotan.

Sejumlah pool bus di sepanjang Jalan Sisingamangaraja masih menaikkan dan menurunkan penumpang di lokasi yang berpotensi mengganggu arus lalu lintas, (18/8/) dan dirangkum redaksi Kabaraktual.online, pada Jum’at, 21/08/2026.

Example 300x600

📌Baca Juga :

🔗 Hari Juang Polri 2026, Polres Metro Bekasi Kota Perkuat Kebersamaan — Komunitas Ojol, Mahasiswa & Relawan Hadir Bersama

🚌 Puluhan Pool Bus Masih Beroperasi di Jalur Utama

Pantauan wartawan di ruas Jalan Sisingamangaraja, mulai dari kawasan Masjid Raya Al Mashun hingga Simpang Flyover Amplas, menemukan setidaknya 6 pool bus dan sekitar 42 operator bus yang masih beraktivitas:

Antara Masjid Raya hingga Simpang Indogrosir: Pool Bobby Paradep, KUPJ Tour Grup, Andalas Travel, PT Bahtera Napu Artha Gopans Jaya, Paradep, dan Bintang Tapanuli

Antara Indogrosir hingga Flyover Amplas: PMH, Bayu, Glans, Tao Toba, Pangeran, PMTOH, Putra Riau, Bintang Utara Putra, PMJ, Kota Pinang Baru, Rajawali, Pelangi, Pelita Bobby Paradep, Pajar Riau, PT Palapa, Simpati Star, Sampagul, Paimaham, Candra, Sipirok Nauli, Lorena, Simarjarunjung Jet Star, Armada Trans, Karona, Almashar, Parisma, Kepin Pratama Trans, Pinem, Bintang Utara, Batang Pane Baru, PT Intra, PT Rapi, PT ALS, PT Medan Jaya, dan PO Sibualbuali

📌Baca Juga :

🔗 Kolaborasi Dukung Pengembangan Panas Bumi, Kementerian ATR/BPN Raih Penghargaan “Outstanding Government Collaboration”

🚦 Aktivitas Bus Hambat Arus Lalu Lintas

Kawasan tersebut dinilai menjadi salah satu penyebab kepadatan lalu lintas karena:

– Bus sering memarkir di bahu jalan saat menaikkan/menurunkan penumpang

– Sejumlah pool bus berdekatan — seperti Bintang Utara Putra dan Rajawali di Simpang Indogrosir — sehingga keluar-masuk bus semakin sempit

– Jalan Sisingamangaraja adalah jalur utama Kota Medan dengan volume kendaraan tinggi, sehingga pelanggaran ini makin memperburuk kemacetan terutama jam sibuk

📌Baca Juga :

🔗 Kecam Penyanderaan 9 Anak Perempuan di Papua, Mafirion Desak Pemerintah Bertindak Cepat — Keselamatan Tak Bisa Ditawar

📢 Pengamat Transportasi: Penegakan Hukum & Kesadaran Kunci

Pengamat Transportasi USU, Dr. M. Ridwan Anas, ST., MT., menegaskan kemacetan di Medan sudah terjadi secara menyeluruh, dan keberadaan pool bus di sepanjang jalan utama memperburuk situasi.

“Penegakan hukum dan kesadaran masyarakat sangat diperlukan. Begitu juga kesadaran para pemilik bus agar menaikkan dan menurunkan penumpang di terminal, bukan di badan jalan. Regulasi sudah ada — tinggal dijalankan,” ujarnya.

📌Baca Juga :

🔗 Polri Ungkap Kasus Business Email Compromise, Kerugian Korban Capai USD 350 Ribu — Sinergi Bareskrim, PPATK, dan FBI Amankan Sebagian Besar Dana

📌 Harapan Penertiban dari Pemkot Medan

Keberadaan pool bus yang diduga masih beroperasi tanpa mematuhi Peraturan Wali Kota (Perwal) Medan Nomor 61 Tahun 2018 kembali menjadi sorotan.

Temuan ini menegaskan perlunya penataan lokasi pool, larangan menaikkan/menurunkan penumpang di badan jalan, serta pengaturan keluar-masuk bus.

Pemerintah Kota Medan bersama instansi terkait diharapkan segera melakukan pemeriksaan dan penertiban agar fungsi Jalan Sisingamangaraja kembali optimal dan tidak lagi menjadi pemicu kemacetan.(Tim)

Editor: Redaksi 

📌 Keterkaitan Peristiwa

Jalan utama kota bukan tempat menaik-turunkan penumpang maupun parkir bus. Selama aturan dilanggar, kemacetan akan terus menjadi tamu tetap di Sisingamangaraja. Penertiban bukan sekadar menegakkan aturan — itu demi melancarkan arus ribuan kendaraan setiap hari. Semoga temuan ini menjadi dorongan bagi Pemkot Medan untuk bertindak tegas, agar jalur utama kembali lancar dan warga tidak lagi terjebak macet.

banner 120x600