Kabaraktual.online | Paseban – Tulisan pemikiran mendalam yang disampaikan Jacob Ereste, tertanggal 9 Agustus 2026, memuat apresiasi sekaligus harapan tulus terhadap peran Denny JA dan yayasan yang didirikannya.
Menurutnya, keberhasilan terbesar seorang pendiri adalah bukan sekadar nama yang harum disebut, melainkan gagasan yang terus tumbuh dan memberi manfaat, meski sosoknya perlahan memudar dari ingatan.
📌Baca Juga :
🔗 Presiden Iran Pezeshkian Ingin Akhiri Keadaan “Bukan Perang Bukan Damai”, Negosiasi Selat Hormuz Masuk Tahap Akhir Namun Disyaratkan Penuh
Ia mengibaratkan pendiri itu seperti orang yang membangun “rumah” tempat berlindung para seniman dan budayawan—agar tetap bisa berkarya lewat tulisan yang bisa dinikmati kapan saja, di mana saja, meski hidup dalam keterbatasan dan tak pernah menyerah.
Kesadaran Penting: Jangan Biarkan Organisasi Bergantung pada Satu Orang
Denny JA dikenal sebagai penopang utama Satupena, mulai dari dukungan dana, jaringan, hingga arah kebijakan program.
📌Baca Juga :
🔗 Brimob Polda Metro Jaya Bergerak Cepat Bubarkan Tawuran di Ciputat, Dua Orang dan Tiga Celurit Berhasil Diamankan
Namun, sebagai pemimpin yang berwawasan jauh ke depan, ia justru menyadari bahaya terbesar: ketergantungan organisasi sepenuhnya pada dirinya sendiri.
Dalam tulisannya yang berjudul “Sebuah Provokasi Menyambut Kongres Satupena 2026″, ia mengingatkan bahwa pola kerja yang ada saat ini pasti memiliki batas waktu dan bisa usang jika tidak diperbarui.
📌Baca Juga :
🔗 Demi Kepastian Hukum, Keluarga Sutrimo Serahkan Penelusuran Penyebab Kematian ke Polresta Banyumas
Bagi Denny JA, membiarkan organisasi hanya berjalan karena ada dirinya sama saja dengan menunda kematian institusi yang dibangun susah payah itu.
Sejarah tidak menilai sebuah lembaga dari niat baik saat berdiri, melainkan dari ketangguhannya bertahan—tetap kokoh berjalan meski para pendiri dan penggeraknya sudah tiada.
Dana Abadi, Langkah Nyata Lahirkan Seniman Kelas Dunia
Jacob Ereste mengaku kagum melihat keteguhan langkah Denny JA melalui Denny JA Foundation, yang telah menanamkan dana abadi demi mendukung kegiatan budaya.
📌Baca Juga :
🔗 Ditpolairud Polda Metro Jaya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Dugaan Pelanggaran Pertambangan Mineral dan Batubara
Langkah mulia ini layak diapresiasi pemerintah, bahkan dinilai pantas bersaing meraih penghargaan bergengsi—termasuk penghargaan tingkat dunia—sebagai bukti nyata Indonesia turut menggerakkan kemajuan peradaban yang lebih manusiawi dan beradab.
Ia pun sependapat dengan keyakinan Denny JA bahwa Indonesia memiliki banyak penulis berbakat yang mampu melampaui standar penulis dunia. Yang dibutuhkan hanyalah pendampingan dan wadah yang kuat, bak seorang pembimbing yang memandu seniman agar bisa menembus batas zaman dan mencapai puncak kejayaan.
Harapan agar Satu pena Langgeng Seratus Tahun Lebih
Tantangan terbesar yang kini digagas Denny JA adalah: bagaimana menjadikan Satu pena organisasi yang abadi, tetap hidup dan produktif hingga seratus tahun ke depan dan lebih lama lagi?
📌Baca Juga :
🔗 Polri Tegaskan: Sertifikat Prestasi Nasional Hingga Internasional Bukan Jaminan Langsung Diterima, Tetap Wajib Ikuti Seleksi
Menutup tulisannya, Jacob Ereste turut berdoa dan menyuarakan harapan agar Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia turut memberi dukungan penuh. Semoga sinergi ini mampu mengangkat derajat budaya bangsa, sehingga Indonesia dapat berdiri sejajar dan dihormati dalam percaturan budaya bangsa-bangsa maju di seluruh dunia. (Red)
📌 Keterkaitan Peristiwa












