banner 728x250

Pasukan Israel Masuk Desa Zawtar al-Gharbiyah & Bangun Penghalang, Tiga Prajurit Lebanon Luka Saat Jinakkan Bahan Peledak

Tiga prajurit Angkatan Darat Lebanon mengalami luka-luka saat sedang berupaya menjinakkan sisa persenjataan yang belum meledak di wilayah selatan desa Zawtar al-Gharbiyah. 
banner 468x60

Kabaraktual.online | Lebanon- Tiga prajurit Angkatan Darat Lebanon mengalami luka-luka saat sedang berupaya menjinakkan sisa persenjataan yang belum meledak di wilayah selatan desa Zawtar El-Gharbiyah.

Peristiwa ini terjadi tak lama setelah pasukan Israel dilaporkan masuk dan membangun penghalang tanah di wilayah desa tersebut pada tengah malam hari Sabtu.

Example 300x600

📌Baca Juga :

🔗 Gunung Etna Meletus Keluarkan Abu, Penerbangan Tiba di Bandara Catania Sisilia Ditangguhkan

Wali Kota setempat Abed Ezzeddine mengungkapkan warga sangat terkejut menemukan gundukan tanah sepanjang sekitar 100 meter yang dibangun tak jauh dari alun-alun desa.

Padahal, berdasarkan kesepakatan yang dicapai bulan Juni lalu, desa ini sudah berada di bawah kendali penuh militer Lebanon sebagai bagian dari perjanjian kerangka kerja dengan Israel.

Sumber militer Lebanon menilai langkah pembangunan penghalang ini merupakan pelanggaran terhadap isi persetujuan tersebut.

Sebaliknya, saat dikonfirmasi, pihak militer Israel menyatakan tidak mengetahui adanya kejadian seperti itu di wilayah tersebut.

📌Baca Juga :

🔗 Direktur Olahraga Newcastle: Bruno Guimaraes Pergi Bukan Karena Kami Ingin Jual, Tapi Ia Meminta Pindah

Lembaga Berita Nasional Lebanon (NNA) melaporkan pasukan Israel maju masuk desa tepat setelah tengah malam dan mendirikan penghalang tanah baru yang memblokir akses jalan di pintu masuk timur desa—hal ini juga terkonfirmasi oleh koresponden AFP yang melihat langsung lokasi tersebut.

Desa Zawtar al-Gharbiyah merupakan salah satu dari dua wilayah percontohan tempat militer Lebanon mulai ditempatkan sejak 21 Juli lalu.

Berkat kehadiran pasukan keamanan, sekitar 50 keluarga warga sudah bisa kembali pulang ke rumah masing-masing. Sebelumnya, pasukan Israel hanya berada di bagian pinggir wilayah desa.

📌Baca Juga :

🔗 Kebakaran Gedung Bapenda DKI Jakarta, Sat Brimob Polda Metro Jaya Bergerak Cepat Bantu Pemadaman dan Pengamanan

Serangan Meluas, Wilayah Perbatasan Tak Layak Dihuni

Koresponden Al Jazeera di Tirus, Ihab al-Aqadi, melaporkan eskalasi serangan Israel makin meningkat beberapa hari terakhir, bertepatan dengan berlangsungnya putaran perundingan antara Beirut dan Tel Aviv di Roma.

Selain di Zawtar, serangan artileri Israel juga menghantam kota Mansouri hingga wilayah itu tertutup rapat oleh tembakan; warga yang sudah dievakuasi tak bisa kembali, dan alat berat yang sedang membersihkan jalan justru rusak terkena ledakan bom sehari sebelumnya.

Aksi serangan dan penyerbuan meluas ke sepanjang garis perbatasan: penggalian tanah oleh alat berat Israel di Zawtar al-Sharqiyah menuju wilayah Nabatieh al-Fawqa, serangan dua pesawat tanpa awak di lahan terbuka Mayfadoun, hingga penyerbuan darat yang terus berlanjut di Kfar Shouba dan Haddatha. Banyak desa di sepanjang batas wilayah kini menjadi tidak layak huni.

📌Baca Juga :

🔗 Kebakaran Gedung Bapenda DKI Jakarta, Dit Samapta Polda Metro Jaya Kerahkan 72 Personel Bantu Penanganan dan Pengamanan

Sementara itu, pihak Israel juga melaporkan salah satu prajuritnya mengalami luka sedang akibat insiden operasi di wilayah perbatasan desa Tayri. Menurut laporan, prajurit insinyur tempur itu terkena serpihan peluru dari tembakan sesama pasukan sendiri.

📌Baca Juga :

🔗 Wakil Panglima TNI Bersama Menhan RI Tinjau Kesiapan Dua Yonif TP di Sumatera Utara

Meski situasi memanas, Lebanon tetap berpegang teguh pada gencatan senjata dan mendesak Israel menghentikan penghancuran desa-desa perbatasan. Kedua negara baru saja menyelesaikan putaran ketujuh perundingan langsung yang ditengahi Amerika Serikat di Roma pada Kamis lalu.

Presiden Lebanon Joseph Aoun menyatakan pihaknya mencatat kemajuan positif terkait masalah batas wilayah dan pembebasan tahanan, sekaligus bersiap untuk putaran pembicaraan berikutnya pada bulan September mendatang. (Red)

📌 Keterkaitan Peristiwa

Setiap penghalang yang dibangun dan setiap tembakan yang dilepaskan merusak harapan damai; perjanjian yang disepakati bersama harus dihormati, agar warga sipil bisa kembali merasakan ketenangan dan keamanan di tanah kelahirannya sendiri.

banner 120x600