Kabaraktual.online | Italia – Gunung Etna, salah satu gunung berapi paling aktif di dunia, kembali mengalami letusan baru yang memuntahkan asap tebal dan abu vulkanik ke udara.
Aktivitas ini memaksa penutupan wilayah udara di sekitarnya dan penangguhan seluruh penerbangan yang akan mendarat di Bandara Internasional Catania, wilayah Sisilia, Sabtu (8/8/2026).
📌Baca Juga :
🔗 Direktur Olahraga Newcastle: Bruno Guimaraes Pergi Bukan Karena Kami Ingin Jual, Tapi Ia Meminta Pindah
Pihak pengelola bandara menjelaskan dalam pernyataan resminya: “Karena aktivitas letusan Etna dan penyebaran abu vulkanik ke atmosfer, wilayah udara yang dilalui awan abu telah ditutup. Seluruh pesawat yang akan tiba ditangguhkan hingga pukul 12.00 waktu setempat, sementara penerbangan keberangkatan masih dapat beroperasi secara normal.”
Pemandangan gumpalan asap membumbung tinggi dari puncak gunung terlihat jelas melalui kamera pantau milik Lembaga Geofisika dan Vulkanologi Nasional yang terus memantau perkembangan situasi.
Dengan ketinggian mencapai 3.324 meter, Etna merupakan gunung berapi aktif tertinggi di Eropa dan telah tercatat sering meletus selama setengah juta tahun terakhir.
📌Baca Juga :
🔗 Deklarasi Jaga Jakarta untuk Indonesia, Seluruh Elemen Masyarakat Bersatu Jaga Keamanan dan Persatuan Bangsa
Aktivitas Meningkat, Membatasi Wisata
Sejak Juli tahun lalu, pembatasan ketat dan peringatan bahaya abu sudah mulai diterapkan akibat frekuensi letusan yang semakin intens.
Hal ini bahkan memicu unjuk rasa dari para pemandu wisata yang biasa mengantar pengunjung melihat aliran lava secara langsung.
Mereka menilai larangan yang diterapkan berlebihan, mengingat aliran lava Etna bergerak lambat sehingga masih aman untuk diamati seperti kebiasaan sebelumnya.
Meski begitu, pihak berwenang tetap mengutamakan keselamatan, mengingat abu vulkanik dapat merusak mesin pesawat, mengganggu jarak pandang, serta membahayakan kesehatan dan keselamatan masyarakat luas. (Red)
📌 Keterkaitan Peristiwa












