Portal Berita Terupdate Aktual & Faktual

Sistem Kelistrikan Sumatera Terganggu Picu Pemadaman Serentak, Bukti Kegagalan Subholding PLN

 

Sumatera, Kabaraktual.Online – Terganggunya sistem kelistrikan Sumatera, memicu kepanikan warga khususnya bagi pelanggan PLN, Riau dan Medan. Untuk di Provinsi Riau sendiri hampir merata lampu padam di kabupaten dan Kota semenjak pukul 16.00 Wib hingga sekarang dan untuk di Sumatera Utara, Medan. Pemadaman serentak di rasakan masyarakat mulai 18.00 Wib.

Kekesalan itu pun di terima dari beberapa masyarakat pengguna PLN di meja Redaksi Kabaraktual.Online.

Gimana tidak kesal, sejak pukul 16.00 Wib pemadaman secara serentak terjadi di kota kami dan hingga saat ini pukul 23.47 WIB lampu tidak kunjung hidup, keluh masyarakat Riau.

Begitu juga masyarakat kota Medan hanya berbeda waktu pemadamannya, keluh nya pemadaman sejak pukul 18.00 Wib. Pemadaman itu pun terjadi hingga berjam-jam, hingga mengakibatkan aktivitas warga terganggu.

Pusat layanan PLN pun terkonfirmasi pihak redaksi Kabaraktual.Online mengatakan, Pelanggan yang terhormat, PT PLN (Persero) tengah bergerak cepat mengatasi gangguan kelistrikan yang terjadi pada sejumlah jaringan transmisi di Pulau Sumatera, pada pesan WhatsApp itu

Lanjut Pesannya, ratusan personil PLN telah di terjunkan ke lapangan guna menelusuri penyebab gangguan agar segera memulihkan kembali sistem kelistrikan yang terdampak.

“Kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidak nyamanan yang di alami dan mohon dukungan doa agar listrik lekas pulih kembali” dalam pesan tersebut.

Melihat situasi ini, Sekjen Forum Masyarakat Pemantau Negara (Formapera) Bambang Syahputra turut berkomentar. Secara tegas dia mengatakan bahwa pemadaman listrik akibat gangguan sistem kelistrikan Sumatera ini semakin membuktikan bahwa Keberadaan Subholding PLN tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap keandalan kelistrikan di Sumatera.

 

“Ini terbukiti dengan terjadinya pemadaman di beberapa daerah khususnya Sumatera Utara. Dan ironisnya, sampai hari ini tidak ada penjelasan terkait apa yang sedang terjadi,” kecamnya saat dikonfirmasi di Medan, Selasa malam.

Diungkapkannya juga, bahwa apa yang terjadi ini tidak sepadan dengan pernyataan Direksi PLN yang pernah menyampaikan kalau holdingisasi akan membuat PLN lebih lincah dan expert dalam melaksanakan :

– penyebab pemadaman.

– progress pekerjaan.

– berapa lama estimasi waktu penyelesaian.

“Padahal sebelum terjadinya pengalihan pengelolaan pembangkit kepada anak perusahaan, PLN secara kolaboratif melakukan sosialisasi dan informasi. Atau dengan kata lain, jika terjadi pemadaman seperti saat ini, keresahan terjadi di masyarakat dimana kegelisahan dan minimnya informasi tidak mampu memberikan ketenangan dengan apa yang terjadi dengan kondisi padam,” cetusnya

Untuk itu, pria yang akrab disapa Bembenk ini meminta Direksi PLN yang mengurusi Subholding, bertanggungjawab atas keresahan pelanggan.

“Jangan PLN hanya mampu melakukan tindakan tegas jika terjadi keterlambatan pembayaran tagihan, tapi giliran masyarakat meminta hak nya akan listrik yang andal, PLN tak peduli. Untuk itu kami menyerukan kepada pelanggan untuk meminta kompensasi dan mendesak Direksi PLN membubarkan perusahaan Subholding yang tidak ada manfaatnya. Kembalikan saja seluruh urusan pembangkit kepada PLN,” pungkasnya.(**)

Facebook Notice for EU! You need to login to view and post FB Comments!