Sumber Datar, Riau, Kabaraktual.online – Sebanyak 35 peternak sapi dari Desa Sumber Datar telah mengikuti pelatihan intensif mengenai pembuatan pupuk organik yang memanfaatkan urine sapi sebagai bahan dasar utama. Pelatihan ini diselenggarakan di balai desa, yang mana pendanaannya berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) tahun 2025, yang bersumber dari Dana Desa.
Kehadiran Tokoh Penting
Acara penting ini dihadiri oleh berbagai tokoh terkemuka. Di antaranya, Pj. Kepala Desa Sumber Datar, H. Sumarna, beserta jajaran perangkat desa, Ketua BPD Budiono beserta anggota, serta pendamping desa Iwan Najmi, dan pendamping lokal desa Yoga M. Arifin. Selain itu, hadir pula Kepala BPP Kecamatan Singingi beserta anggota, Babinkamtibmas, dan Babinsa, yang turut memberikan dukungan.
Pengetahuan dan Manfaat Pupuk Organik
Menurut Ketua Panitia Dian Prayogi, pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan mendalam kepada para peternak mengenai cara efektif memanfaatkan urine sapi sebagai bahan pupuk organik. Dalam sambutannya, Pj. Kepala Desa Sumber Datar, H. Sumarna, menyampaikan harapan agar pelatihan ini dapat meningkatkan pemahaman petani tentang proses pembuatan pupuk organik dari urine sapi.
Harapan Pj. Kepala Desa
“Manfaat dari pemanfaatan urine sapi ini sangatlah signifikan. Salah satunya adalah pengurangan pencemaran lingkungan, karena urine sapi yang biasanya menimbulkan bau tidak sedap dapat diubah menjadi pupuk yang bermanfaat,” ujar H. Sumarna.
Lebih lanjut, beliau menambahkan bahwa penggunaan pupuk organik juga dapat mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia, sehingga biaya pemupukan dapat dihemat dan lingkungan tetap terjaga.

Tindak Lanjut dan Kemandirian
Pj. Kades juga menyampaikan harapan besar agar setelah pelatihan ini, warga dapat menindaklanjuti dengan memproduksi pupuk organik secara mandiri.
“Jika warga mampu memproduksi pupuk organik ini secara mandiri, diharapkan dapat menambah penghasilan, bahkan syukur-syukur bisa memperkerjakan orang lain,” tambahnya dengan penuh semangat.
Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan Desa Sumber Datar dapat menjadi contoh inspiratif dalam pemanfaatan limbah peternakan menjadi produk bernilai ekonomis dan ramah lingkungan.(Tim)
Editor: Redaksi












