Keberhasilan saat ini akan mudah hilang jika tidak dijaga, sehingga kinerja yang ditampilkan harus selalu konsisten, transparan, dan berlandaskan rasa keadilan bagi seluruh warga negara
Kabaraktual.online | Jakarta – Mantan Kepala Badan Intelijen Negara, Jenderal TNI (Purn.) Prof. Dr. A.M. Hendropriyono, menyampaikan apresiasi yang tinggi atas hasil pengukuran Lembaga Penelitian dan Pengembangan Kompas tahun 2026 yang mencatat tingkat kepuasan masyarakat terhadap Kepolisian Republik Indonesia mencapai angka 82,6 persen. Capaian tersebut dinilai sebagai bukti nyata bahwa berbagai langkah pembenahan yang telah dilaksanakan baik di bidang pelayanan maupun penegakan hukum mulai memberikan dampak yang dirasakan langsung oleh seluruh lapisan masyarakat, sebagaimana disampaikannya dalam keterangan pers di Jakarta pada Senin, 29 Juni 2026.
Angka Hasil Pengukuran Bukan Tujuan Akhir
Meskipun hasil tersebut menggambarkan keberhasilan yang patut dibanggakan, Hendropriyono mengingatkan agar angka yang diperoleh tidak dipandang sebagai titik akhir dari segala upaya yang dilakukan.
Sebaliknya, kepercayaan yang telah diberikan masyarakat harus terus dipelihara dan dibuktikan setiap hari melalui penampilan kerja yang senantiasa menjunjung tinggi nilai keahlian, keterbukaan, tanggung jawab, serta keadilan tanpa memandang kedudukan pihak yang berhadapan dengan hukum.
“Keberhasilan saat ini akan mudah hilang jika tidak dijaga, sehingga kinerja yang ditampilkan harus selalu konsisten, transparan, dan berlandaskan rasa keadilan bagi seluruh warga negara,” tegasnya.
Penguatan Konsep Kerja dan Pemanfaatan Teknologi
Lebih lanjut, mantan pejabat tinggi negara itu berharap penerapan konsep kerja Polri Presisi semakin diperkuat agar pelayanan yang diberikan menjadi lebih cepat, tepat sasaran, namun tetap menyentuh sisi kemanusiaan.
Ketegasan dalam menindak kejahatan harus sejalan dengan penghormatan terhadap hak setiap orang serta menjaga kemandirian institusi dari kepentingan pihak mana pun.

Selain itu, kemampuan beradaptasi dengan kemajuan zaman juga sangat diperlukan, sehingga penerapan teknologi informasi dan kecerdasan buatan dapat dikembangkan guna mempercepat pelayanan sekaligus meningkatkan ketepatan dan kejelasan pertanggungjawaban setiap tindakan aparat. (H.R)
Editor: Redaksi












