Kabaraktual.online | Manggarai, NTT – Polri memaksimalkan operasi kemanusiaan bagi masyarakat terdampak gempa bumi di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur.
Keseriusan tersebut ditunjukkan dengan turunnya langsung Asisten Tugas Operasi Kapolri (Astamaops Kapolri) Komjen Pol. Dr. Muhammad Fadil Imran, M.Si. ke wilayah terdampak untuk memastikan penanganan berjalan cepat dan kebutuhan masyarakat terpenuhi.
📌Baca Juga :
Pada Senin (17/8/2026), Astamaops Kapolri bersama Wakapolda NTT Brigjen Pol. Faizal, S.I.K., M.H., dan Kapolres Manggarai AKBP Levi Defriansyah, S.I.K., S.H., M.Si., mendatangi Posko Pengungsi Barang Kolo, Kelurahan Mata Air, Kecamatan Reok, untuk meninjau langsung kondisi pengungsi.
27 Orang Meninggal, 13.881 Pengungsi di 45 Posko
Berdasarkan data Kapolres Manggarai per 17 Agustus 2026 pukul 23.00 WITA, tercatat 163 korban, terdiri dari 27 orang meninggal dunia, 32 orang luka berat, dan 104 orang luka ringan. Sebanyak 45 posko pengungsian tersebar di delapan kecamatan dengan total 13.881 pengungsi.
Jumlah pengungsi terbesar berada di Kecamatan Reok (7 posko, 4.488 jiwa) dan Wae Rii (17 posko, 4.476 jiwa). Data ini bersifat dinamis dan terus diperbarui.
📌Baca Juga :
Datang, Cek, Langsung Bantu — 2.500 Paket Sembako Dibagikan
Setibanya di lokasi sekitar pukul 12.40 WITA, Astamaops Kapolri langsung mengecek kondisi pengungsi dan menyalurkan bantuan berupa 2.500 paket sembako, tenda darurat, serta 2 unit Starling untuk mendukung pelayanan masyarakat. Setiap paket berisi beras 5 kg, gula 1 kg, mi instan, teh celup, kecap, biskuit, dan minyak goreng. Bantuan ini melengkapi dukungan sebelumnya berupa tenda, terpal, genset, makanan, dan bantuan kesehatan.
“Kami pastikan masyarakat tidak sendiri. Kami hadir di posko, membantu evakuasi, menyalurkan sembako, menyiapkan tenda darurat, memberikan pelayanan kesehatan, sekaligus menjaga keamanan. Apa yang menjadi kebutuhan masyarakat di lapangan kami data dan kami koordinasikan agar segera ditindaklanjuti,” ujar Kapolres Manggarai AKBP Levi Defriansyah.
📌Baca Juga :
Sinergi Lintas Instansi Kunci Kecepatan Penanganan
Penanganan bencana dilakukan secara terpadu. TNI mendukung evakuasi dan mobilisasi logistik; Basarnas fokus pencarian dan pertolongan korban; BPBD serta pemerintah daerah mengoordinasikan penanganan kebencanaan dan pengelolaan posko; tenaga kesehatan melayani pengungsi; sementara Polri berperan dalam evakuasi, distribusi bantuan, pengamanan, serta menjaga koordinasi antar lembaga.
“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Semua unsur punya peran masing-masing dan harus saling menguatkan. TNI, Basarnas, BPBD, pemerintah daerah, tenaga kesehatan, relawan dan masyarakat semuanya bergerak untuk satu tujuan, yaitu menyelamatkan dan membantu masyarakat terdampak,” tegas Levi.
📌Baca Juga :
Tantangan Wilayah Luas & Data Terus Bergerak, Ratusan Personel Dikerahkan
Penanganan menghadapi tantangan wilayah yang luas, titik pengungsian yang tersebar, serta kebutuhan yang beragam. Sebanyak 100 personel Polri, 31 personel TNI, 68 personel Brimob, 5 personel Basarnas, dan 6 personel BPBD Jawa Timur dikerahkan untuk evakuasi, pelayanan, distribusi bantuan, serta patroli keamanan. Hingga saat ini tercatat 2.398 fasilitas mengalami kerusakan, mencakup fasilitas pemerintah, pendidikan, umum, masyarakat, dan kesehatan.
📌Baca Juga :
Prinsip: Siapa yang Membutuhkan, Harus Kami Bantu

“Data berubah, kebutuhan berubah, maka respons juga harus cepat menyesuaikan. Prinsip kami sederhana: siapa yang membutuhkan harus kami bantu, dan di mana masyarakat membutuhkan kehadiran Polri, di situ personel kami berada,” tutup Levi.
Setelah meninjau Kecamatan Reok, Astamaops Kapolri melanjutkan kunjungan ke Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur, untuk memastikan penanganan bencana berjalan cepat dan tepat sasaran. (H.R)
Editor: Redaksi
📌 Keterkaitan Peristiwa










