Kabaraktual.online | Sumedang – Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Rini Widyantini menegaskan bahwa keberhasilan transformasi pemerintahan digital tidak diukur dari banyaknya aplikasi yang diluncurkan, melainkan dari seberapa besar kesulitan masyarakat yang berhasil diselesaikan.
Teknologi tidak boleh sekadar memindahkan kerumitan dari loket ke layar gawai, melainkan harus memangkas prosedur berbelit, menyatukan data, dan mendekatkan pelayanan langsung kepada warga.
📌Baca Juga :
Hal ini disampaikan Menteri Rini saat meninjau pelaksanaan uji coba Portal Perlindungan Sosial (Perlinsos) di Kantor Pemerintah Kabupaten Sumedang, Rabu (12/8/2026).
Mengusung semboyan “Data Dipadankan, Hak Warga Dipastikan”, program ini menjadi langkah strategis pemerintah untuk mendigitalkan penyaluran bantuan sosial agar lebih tepat sasaran, cepat, dan transparan.
📌Baca Juga :
Bangun Fondasi Digital Bersama
Langkah ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menginginkan sistem terpadu tanpa tumpang tindih aplikasi, serta menjadikan teknologi sebagai jembatan agar negara lebih dekat dengan rakyat. Pemerintah kini membangun Infrastruktur Publik Digital atau DPI sebagai fondasi bersama yang aman dan terstandar.
Dengan sistem ini, identitas warga terverifikasi akurat, pertukaran data berjalan lancar sehingga tidak perlu melampirkan berkas berulang kali, serta penyaluran bantuan dapat diterima secara aman dan tepat waktu.
📌Baca Juga :
Fondasi ini dibangun satu kali namun dapat digunakan untuk berbagai layanan publik secara berkelanjutan.
Kinerja Sumedang: Kolaborasi dan Peran Agen yang Aktif
Dalam pelaksanaannya di Sumedang, tercatat sebanyak 111.077 Kepala Keluarga telah terdaftar, setara dengan 24,23 persen dari total populasi kabupaten. Menariknya, sekitar 91,91 persen pendaftaran dilakukan melalui pendampingan langsung.
📌Baca Juga :
🔗 Ukir Prestasi Gemilang, Polda Kaltim Sabet Empat Gelar Juara 1 Tingkat Nasional
Sebanyak 3.847 orang Agen telah disiagakan, dan hampir 60 persen di antaranya turun langsung mendampingi warga dari rumah ke rumah.
Para agen tidak hanya membantu mengisi data, tetapi juga menjelaskan manfaat dan prosedur dengan bahasa yang mudah dipahami, serta memberikan keyakinan bahwa data pribadi terlindungi dengan aman.
“Semoga pengalaman di Sumedang ini menjadi teladan. Pemerintahan digital bukanlah untuk kesan modernitas semata, tetapi tanda bahwa negara hadir sungguh-sungguh untuk meringankan beban dan mempermudah kehidupan masyarakat,” ujar Menteri Rini.

Sementara itu, Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir menyambut baik dan mendukung penuh program ini. Menurutnya, sistem Perlinsos menjamin ketepatan sasaran penerima manfaat sekaligus menjadikan penggunaan anggaran negara jauh lebih efisien dan berdampak nyata bagi kesejahteraan bersama. (Red)
📌 Keterkaitan Peristiwa












