banner 728x250

Wakapolri: Susilo Teguh Bergabung ke UBISA Perkuat Jejaring Pusat Studi Kepolisian

Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M., yang menilai momen ini memperkokoh kolaborasi strategis antara institusi kepolisian dan dunia pendidikan tinggi.
banner 468x60

Kabaraktual.online | Jakarta – Irjen Pol. Dr. Susilo Teguh Raharjo, M.Si., yang juga menjabat sebagai Kasatgas Pembentukan Pusat Studi Kepolisian STIK‑PTIK Lemdiklat Polri, resmi bergabung menjadi sivitas akademika Universitas Bima Sakapenta (UBISA) pada Senin (3/8/2026).

Langkah ini mendapat apresiasi tinggi dari Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M., yang menilai momen ini memperkokoh kolaborasi strategis antara institusi kepolisian dan dunia pendidikan tinggi.

Example 300x600

📌Baca Juga :

🔗 Tim Preventif Strike, Benteng Demokrasi dan Wujud Polri Presisi

Perkembangan Jejaring Pusat Studi Kepolisian

“Saya mengucapkan selamat kepada Irjen Pol. Dr. Susilo Teguh Raharjo. Kehadiran beliau semakin memperkuat kolaborasi Polri dengan dunia pendidikan serta memperluas jejaring Pusat Studi Kepolisian yang terus kita bangun,” ujar Wakapolri.

Berkat upaya yang digerakkan Susilo, kini Pusat Studi Kepolisian telah didorong pembentukannya di 79 perguruan tinggi negeri maupun swasta di Indonesia. Rinciannya: 40 pusat studi sudah beroperasi, 5 dalam tahap penandatanganan kerja sama, dan sisanya 34 sedang dalam proses persiapan pembentukan.

📌Baca Juga :

🔗 Polda Metro Jaya Gelar Apel Kesiapan Tangani Bencana

Wakapolri menegaskan bahwa jumlah bukanlah segalanya—yang terpenting adalah ruang pertemuan antara pengalaman praktis kepolisian dengan kekuatan akademik kampus, guna melahirkan riset, inovasi, dan rekomendasi ilmiah yang menjawab tantangan keamanan serta meningkatkan kualitas pelayanan Polri.

Ini adalah wujud membangun ekosistem Police Science yang terbuka menuju penerapan evidence‑based policing di era yang semakin kompleks.

Dukungan bagi Kampus yang Sedang Bertumbuh

Irjen Pol. Susilo Teguh Raharjo menjelaskan keputusannya bergabung dengan UBISA dilandasi keinginan mendukung perguruan tinggi yang sedang berkembang.

“Mendukung universitas yang tumbuh bukan sekadar membantu institusi, melainkan menanam benih masa depan bangsa. Perguruan tinggi adalah pilar peradaban tempat lahir SDM, ilmu, dan solusi bagi persoalan negara,” ungkapnya.

Ia menambahkan universitas besar membutuhkan proses panjang, gotong royong, serta dukungan berbagai pihak untuk menjadi pusat keunggulan.

📌Baca Juga :

🔗 Jalan Ampera Besar Pademangan Dikeluhkan, Parkir Liar dan Kios Tanpa Izin Marak

Disambut Hangat oleh Pimpinan Universitas

Kehadiran beliau diterima langsung oleh Ketua Yayasan Khafdilah, Sekretaris Yayasan Maylane Boni Abdillah, Rektor UBISA Drs. Agus Supriyadi, M.T., Wakil Rektor II Dra. Surtiati, M.Pd., serta jajaran sivitas akademika.

Rektor UBISA menyambut hangat dan berharap pengalaman serta jejaring yang dimiliki dapat memberikan energi baru bagi kemajuan universitas: “Semoga kehadiran beliau menginspirasi dan memperkuat langkah UBISA melahirkan lulusan unggul, berkarakter, berbudi luhur, dan berkontribusi bagi bangsa.”

Sinergi Menuju Polri yang Berbasis Ilmu Pengetahuan

Irjen Pol. Susilo Teguh Raharjo menjelaskan keputusannya bergabung dengan UBISA dilandasi keinginan mendukung perguruan tinggi yang sedang berkembang.

Dengan semangat “Mlesat Mabur Duwur, Nggayuh Adab Luhur”, kerja sama ini diharapkan tidak hanya memajukan UBISA, melainkan membuka jalan semakin luas bagi kemitraan antara dunia akademik dan kepolisian.

Wakapolri menegaskan di akhir pernyataannya: “Polri masa depan harus semakin dekat dengan ilmu pengetahuan. Kampus adalah mitra strategis kita. Semakin kuat kolaborasi ini, semakin kokoh fondasi transformasi Polri untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.” (H.R)

Editor: Redaksi 

📌 Keterkaitan Peristiwa

Kepolisian yang modern tidak hanya mengandalkan kekuatan fisik, melainkan juga dukungan ilmu pengetahuan, riset, dan inovasi yang lahir dari kerja sama erat antara institusi negara dengan dunia pendidikan.

banner 120x600