Kabaraktual.online | Jakarta – Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto merencanakan mengirimkan sedikitnya 30.000 pemuda desa untuk mengikuti program magang sekaligus beasiswa di Jepang melalui kerja sama dengan Exceed Cooperative Japan.
Langkah ini bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia desa agar pengalaman yang didapat dapat diterapkan untuk memajukan pembangunan di Tanah Air.
📌Baca Juga :
🔗 Polda Metro Jaya Gagalkan Sindikat Tembakau Sintetis 995 Gram di Pemukiman Padat
Audiensi dan Penandatanganan Kerja Sama
Pernyataan ini disampaikan saat pertemuan dengan pihak Exceed Cooperative Japan dan Hakko Fukushikai Foundation Japan di Kantor Kemendes PDT, Senin (3/8/2026).
“Terima kasih kepada Mr. Watanabe Daisuke dan Mr Harada Tsubasa. Kita akan segera menandatangani MoU di Osaka, Jepang. Target awal minimal 30.000 orang. Kita akan lakukan pemetaan dan melibatkan sepuluh asosiasi desa untuk memenuhi kuota tersebut,” jelas Yandri.
📌Baca Juga :
🔗 Wakapolri: Susilo Teguh Bergabung ke UBISA Perkuat Jejaring Pusat Studi Kepolisian
Kerja sama ini saling menguntungkan: Indonesia memiliki SDM melimpah, sementara Jepang sangat membutuhkan tenaga kerja akibat penurunan populasi usia produktif dalam tujuh tahun terakhir.
Menyiapkan Pemuda Desa Menjadi Agregator
Program bernama “Pemuda Bangun Desa Bangun Indonesia” ini terbuka bagi laki‑laki maupun perempuan usia produktif. Nantinya, peserta tidak hanya bekerja dan belajar, melainkan dipersiapkan menjadi agregator desa—pemuda yang setelah pulang ke Indonesia mampu menerapkan ilmu dan pengalaman untuk mengembangkan potensi ekonomi serta pembangunan sesuai kebutuhan desanya masing‑masing.
📌Baca Juga :
🔗 Tim Preventif Strike, Benteng Demokrasi dan Wujud Polri Presisi
Penjaringan peserta akan melibatkan berbagai pihak, mulai dari sepuluh asosiasi desa, Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), hingga Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Keberangkatan direncanakan mulai tahun depan.
Kebutuhan Tenaga Kerja Jepang
Presiden Direktur Exceed Cooperative Japan, Watanabe Daisuke, menyambut baik kerja sama ini.
Ia menjelaskan pihaknya membutuhkan tenaga kerja terutama dari Indonesia untuk berbagai sektor: kesehatan, logistik, konstruksi, pabrikasi, hingga pertanian.
📌Baca Juga :
🔗 Polda Metro Jaya Gelar Apel Kesiapan Tangani Bencana
Turut hadir mendampingi Menteri Yandri antara lain Sekjen Taufik Madjid, Kepala BPSDM Agustomi Masik, Kepala BPI Mulyadin, dan Dirjen PEI Tabrani. Langkah selanjutnya adalah penandatanganan Nota Kesepahaman dan Perjanjian Kerja Sama di Osaka guna mematangkan aturan dan pelaksanaan program ini. (Red)
📌 Keterkaitan Peristiwa












