banner 728x250

Ungkap Penyebab Kematian, Polda Metro Jaya Lakukan Ekshumasi Jenazah di Banyumas Libatkan Tim Ahli Forensik Terpadu

Ketua PDFMI Brigjen Pol Dr. dr. Sumy Hastry Purwanti menegaskan bahwa pemeriksaan dilakukan secara komprehensif, mencakup kondisi fisik jenazah, serta pengambilan sampel tanah dan lingkungan sekitar makam untuk dianalisis lebih lanjut di laboratorium.
banner 468x60

Kabaraktual.online |Banyumas – Sebagai langkah penting mendalami proses penyidikan, Polda Metro Jaya melaksanakan penggalian kembali atau ekshumasi jenazah almarhum S di wilayah Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Rabu pagi (12/8/2026).

Kegiatan dimulai sekitar pukul 09.30 WIB dan dilakukan secara tertib dengan melibatkan tim ahli medis dan forensik guna memperoleh bukti ilmiah yang akurat terkait penyebab pasti kematian almarhum.

Example 300x600

📌Baca Juga :

🔗 Kembangkan Potensi Ekonomi Desa, Kemendes PDT Jalin Kerja Sama dengan New Hope Fintech: Siap Biayai Hingga 1.000 Desa Terlebih Dahulu

Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto menjelaskan, penanganan perkara ini bermula dari adanya laporan yang diterima oleh Bareskrim Polri dan Polresta Banyumas.

Setelah melalui tahap penyelidikan yang mendalam, penanganan kemudian ditingkatkan ke tahap penyidikan dan diserahkan kepada Ditreskrimum Polda Metro Jaya, bekerja sama erat dengan Polda Jawa Tengah serta Polresta Banyumas.

📌Baca Juga :

🔗 Siap Tangani Ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan, Polri Gelar Apel Kesiapsiagaan Secara Serentak di Seluruh Indonesia

Tahapan Pemeriksaan Secara Menyeluruh

Pelaksanaan ekshumasi berjalan melalui urutan prosedur yang ketat: pembongkaran makam, pemeriksaan luar untuk memastikan kesesuaian identitas jenazah, dilanjutkan dengan pemeriksaan bagian dalam secara medis.

Pemeriksaan ini diperkuat dengan kehadiran tim gabungan dari Perhimpunan Dokter Forensik dan Medikolegal Indonesia (PDFMI) yang berasal dari berbagai daerah.

📌Baca Juga :

🔗 Kapolri Bersama Menko Polkam dan Pimpinan Lembaga Negara Kukuhkan Kebersamaan dan Sinergi di Mabes TNI AL

Tidak hanya dokter spesialis forensik, turut pula dilibatkan ahli toksikologi, genetika DNA, serta ahli patologi anatomi untuk memberikan gambaran yang utuh dan dapat dipertanggungjawabkan.

Ketua PDFMI Brigjen Pol Dr. dr. Sumy Hastry Purwanti menegaskan bahwa pemeriksaan dilakukan secara komprehensif, mencakup kondisi fisik jenazah, serta pengambilan sampel tanah dan lingkungan sekitar makam untuk dianalisis lebih lanjut di laboratorium.

📌Baca Juga :

🔗 Proyek Galian dan Pelebaran Jalan D.I. Panjaitan Disorot: Minim Pengamanan K3, Belum Jelas Perizinan serta Ganggu Kelancaran Lalu Lintas

“Hasil pemeriksaan laboratorium nantinya akan menjadi dasar ilmiah untuk menentukan apakah kematian tersebut bersifat alamiah maupun tidak alamiah. Kesimpulan tidak dapat disampaikan saat ini karena masih memerlukan waktu pengujian yang teliti,” ujarnya.

Keluarga almarhum telah memberikan izin dan persetujuan secara sukarela atas pelaksanaan proses ini. Pihak kepolisian berjanji akan menyampaikan perkembangan informasi secara bertahap sesuai dengan hasil yang diperoleh.

Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto menjelaskan, penanganan perkara ini bermula dari adanya laporan yang diterima oleh Bareskrim Polri dan Polresta Banyumas.

Menutup keterangannya, Kombes Budi mengajak masyarakat dan rekan media untuk senantiasa memberikan ruang empati dan rasa hormat kepada keluarga yang sedang berduka, serta mendoakan agar seluruh rangkaian proses berjalan lancar demi mengungkap kebenaran yang sesungguhnya. (H.R)

Editor: Redaksi 

📌 Keterkaitan Peristiwa

Kebenaran memerlukan kesabaran dan ketelitian; ilmu pengetahuan dan hukum bekerja bersatu untuk memberikan jawaban yang adil, sekaligus menghormati kehormatan dan perasaan keluarga yang ditinggalkan.

banner 120x600