banner 728x250

Siap Tangani Ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan, Polri Gelar Apel Kesiapsiagaan Secara Serentak di Seluruh Indonesia

Polri secara serentak menggelar Apel Gelar Pasukan Kesiapsiagaan Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Tahun Anggaran 2026 di seluruh jajaran Kepolisian Daerah se-Indonesia.
banner 468x60

Kabaraktual.online | JakartaPolri secara serentak menggelar Apel Gelar Pasukan Kesiapsiagaan Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Tahun Anggaran 2026 di seluruh jajaran Kepolisian Daerah se-Indonesia, Selasa (11/8/2026). 

📌Baca Juga :

Example 300x600

🔗 Kapolri Bersama Menko Polkam dan Pimpinan Lembaga Negara Kukuhkan Kebersamaan dan Sinergi di Mabes TNI AL

Kegiatan pusat dilaksanakan di Lapangan Apel Korps Sabhara Baharkam Polri sebagai bukti keseriusan dan kesiapan penuh aparat dalam mengantisipasi serta menanggulangi bahaya kebakaran yang kerap muncul saat musim kemarau.

Apel utama dipimpin langsung oleh Komandan Korps Sabhara Baharkam Polri Irjen Pol Dr. M. Nazly Harahap, S.I.K., M.H., M.M., dan melibatkan kekuatan gabungan sebanyak 420 personel.

📌Baca Juga :

🔗 Proyek Galian dan Pelebaran Jalan D.I. Panjaitan Disorot: Minim Pengamanan K3, Belum Jelas Perizinan serta Ganggu Kelancaran Lalu Lintas

Terdiri dari personel Polri, serta unsur mitra kerja dari Basarnas, Dinas Pemadam Kebakaran Kota Depok, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah.

Dalam arahannya, Irjen Pol M. Nazly Harahap menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremonial, melainkan momentum untuk memastikan kesiapan sarana prasarana, ketangkasan personel, serta memperkokoh koordinasi antar instansi agar penanganan dapat berjalan cepat, tepat sasaran, dan terpadu.

📌Baca Juga :

🔗 Sigap Bantu Korban, Brimob Polda Metro Jaya Evakuasi Pengendara Motor yang Tabrak Bus di Bekasi

Data Kerusakan dan Pemicu Kebakaran

Berdasarkan catatan yang disampaikan, sepanjang Januari hingga Juni 2026, luas wilayah yang terdampak kebakaran hutan dan lahan di Indonesia telah mencapai lebih dari 107 ribu hektare. Titik api tersebar di berbagai wilayah mulai dari Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, hingga Jawa.

Peningkatan risiko ini dipicu oleh faktor cuaca panas, kekeringan, tiupan angin kencang, serta masih adanya aktivitas pembukaan lahan dengan cara dibakar yang dilakukan secara tidak bertanggung jawab.

📌Baca Juga :

🔗 Partai Masyumi Desak Kembalikan Pasal 33 UUD 1945 Sebagai Paradigma Utama Pengelolaan Kekayaan Nasional

Utamakan Cegah Sebelum Terlambat

“Kita tidak boleh menunggu api membesar baru bertindak. Deteksi dini, patroli rutin, edukasi kepada masyarakat, serta penindakan cepat harus menjadi langkah utama,” tegasnya.

Penanganan masalah ini tidak dapat dilakukan sendiri-sendiri. Diperlukan sinergi erat antara Polri, TNI, pemerintah daerah, pemadam kebakaran, Manggala Agni, pelaku usaha, hingga seluruh lapisan masyarakat.

Berdasarkan catatan yang disampaikan, sepanjang Januari hingga Juni 2026, luas wilayah yang terdampak kebakaran hutan dan lahan di Indonesia telah mencapai lebih dari 107 ribu hektare. Titik api tersebar di berbagai wilayah mulai dari Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, hingga Jawa.

Polri menegaskan siap berperan aktif mulai dari pencegahan, penanganan darurat, hingga penegakan hukum secara tegas jika ditemukan unsur kesengajaan atau pelanggaran yang menyebabkan kebakaran.

Melalui apel serentak ini, diharapkan seluruh jajaran memiliki kesamaan persepsi dan tekad untuk melindungi keselamatan masyarakat sekaligus menjaga kelestarian kekayaan alam dan lingkungan hidup bangsa dari kerusakan yang merugikan jangka panjang. (H.R)

Editor: Redaksi

📌 Keterkaitan Peristiwa

Mencegah lebih baik daripada memadamkan; menjaga kelestarian hutan adalah menjaga masa depan udara bersih, air, dan kehidupan bagi generasi sekarang maupun yang akan datang.

banner 120x600