banner 728x250

Kematian Winda Lorenza Gowasa Penuh Tanda Tanya, Pengacara Desak Polri Dalami Peran Mantan Suami dan Soroti Kejanggalan Luka Lebam

Pengacara kondang Erles Rareral, S.H., M.H., secara tegas mendesak penyidik untuk memeriksa secara mendalam Irwansyah Harefa selaku mantan suami almarhumah, katanya kepada Kabaraktual.online, pada Rabu, 12 Agustus 2026.
banner 468x60

Kabaraktual.online | MedanPeristiwa meninggalnya Winda Lorenza Gowasa yang ditemukan tewas di kamar mandi rumah mantan mertuanya di Kompleks Bumi Asri, Kecamatan Medan Helvetia, Kota Medan, Sumatera Utara pada Minggu siang, 2 Agustus 2026, hingga kini masih menyisakan banyak kejanggalan dan keraguan.

📌Baca Juga :

Example 300x600

🔗 Bahas Penyelesaian Konflik Agraria, Kemendes: Ada 34 Ribu Desa Bersinggungan Kawasan Hutan, Perlu Langkah Terpadu Satu Tujuan

Awalnya kepolisian sempat menduga korban meninggal akibat bunuh diri menggunakan senjata api milik mantan suaminya, Bripka Imansyah Harefa.

Namun dugaan tersebut ditolak keras oleh keluarga dan kuasa hukum yang menilai terdapat hal yang tidak masuk akal dalam peristiwa tersebut.

Desak Periksa Mantan Suami, Pertanyakan Lokasi Kejadian

📌Baca Juga :

🔗 Jelang HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Tim Upacara dan Paskibraka Mulai Gladi Bersama di Istana Merdeka, Antusiasme Masyarakat Dorong Penambahan Kuota Undangan

Mengangkat suara atas nama keluarga, pengacara kondang Erles Rareral, S.H., M.H., secara tegas mendesak penyidik untuk memeriksa secara mendalam Irwansyah Harefa selaku mantan suami almarhumah, katanya kepada Kabaraktual.online, pada Rabu, 12 Agustus 2026.

“Periksa dan dalami Irwansyah Harefa selaku mantan suami korban,” ujar Erles dengan tegas.

Ia juga mempertanyakan logika dari dugaan awal tersebut, mengapa seseorang memilih mengakhiri hidupnya di rumah mantan mertua, bukan di tempat tinggalnya sendiri.

📌Baca Juga :

🔗 Ukir Prestasi Gemilang, Polda Kaltim Sabet Empat Gelar Juara 1 Tingkat Nasional

Dalam kesempatan itu, ia juga berharap tim dokter forensik dapat bekerja secara profesional, mandiri, dan setia pada sumpah jabatan demi kebenaran.

“Ingatlah, jenazah pun bisa bercerita tentang apa yang sebenarnya terjadi pada dirinya. Bagaimana mungkin disebut bunuh diri di rumah mantan mertua?” tegasnya.

Adanya Luka Lebam Perkuat Dugaan Penganiayaan Sebelum Tewas

Lebih lanjut, Erles menyoroti foto-foto jenazah yang beredar di masyarakat. Dari pengamatan tersebut, terlihat jelas adanya luka lebam di sekujur tubuh korban yang menjadi petunjuk kuat adanya tindakan kekerasan sebelum kejadian penembakan.

“Adanya luka lebam ini memperkuat dugaan bahwa Winda diduga telah mengalami penganiayaan terlebih dahulu sebelum akhirnya terkena tembakan. Ini bukan sekadar kejadian tunggal, melainkan rangkaian tindakan yang patut diusut tuntas,” jelasnya.

📌Baca Juga :

🔗 Cegah Tawuran dan Kenakalan Remaja, Polres Metro Tangerang Kota Gandeng Sekolah: Jangan Pernah Labeli Siswa Sebagai Anak Nakal

Sementara itu, pihak kepolisian menyatakan masih terus melanjutkan penyelidikan untuk mengungkap penyebab pasti dan kronologi kematian Winda.

Jenazah telah dievakuasi untuk menjalani pemeriksaan otopsi guna mendapatkan hasil yang akurat. Keluarga berharap seluruh proses hukum berjalan secara transparan, objektif, dan tuntas sehingga kebenaran dapat terungkap dan keraguan yang berkembang di masyarakat dapat terjawab sepenuhnya. (Red)

📌 Keterkaitan Peristiwa

Kebenaran tidak akan bisa dikubur selamanya; setiap luka dan jejak kejadian adalah saksi bisu yang menanti untuk diungkap secara jujur dan adil melalui proses hukum yang bersih dan profesional.

banner 120x600