📰 Kabaraktual.online | MERANGIN — Warga Desa Nibung, Kecamatan Batang Masumai, Kabupaten Merangin, Jambi, merasa resah atas berlangsungnya aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang dinilai terlalu dekat dengan kawasan pemukiman penduduk.
Aktivitas tersebut diduga dikelola oleh seseorang bernama Toni, dengan kepercayaan publik terhadap Institusi “Polisi Bersama Masyarakat” warga yakin pelaku dalam waktu dekat akan tersentuh hukum.
“Kami percaya dengan kepemimpinan Polri sekarang, Melalui Kapolda Jambi dan jajaran Polres Merangin akan bisa menindak lanjuti permasalahan warga terkait Peti,” kata Warga yang enggan di publikasikan namanya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, aktivitas penambangan menggunakan alat berat merek Zoomlion yang beroperasi hanya berjarak sekitar 100 meter dari rumah warga. Kondisi ini dirasa sangat mengganggu kenyamanan dan ketenangan lingkungan tempat tinggal sehari-hari.
“Aktivitas tersebut sangat mengganggu kenyamanan kami. Jaraknya sangat dekat dengan pemukiman, sedangkan Kades terkesan tutup mata,” ungkap warga berinisial S, dilangsir JAMBI.KABARDAERAH.COM, pada Kamis (5/11/2026).
📌 Baca Juga : Taklimat Presiden untuk 400 Calon Pemimpin Masa Depan: Kompetensi Harus Beriringan dengan Integritas dan Jiwa Kebangsaan
Muncul Dugaan Keterlibatan Pihak Terkait
Warga juga menyampaikan informasi bahwa aktivitas ini diduga berlangsung atas restu Kepala Desa Nibung, Ismail. Selain itu, disebutkan adanya keterkaitan antara Toni dengan seseorang yang bernama Tekun alias Simata Sipit. Namun, seluruh informasi tersebut hingga saat ini belum dapat dikonfirmasi kebenarannya.
📌 Baca Juga : Gempur Narkoba! Polresta Deli Serdang Tangkap 57 Tersangka, Sita 47 Kg Sabu dan Ganja dalam Operasi Sarang Narkoba
Warga Desak Aparat Turun Langsung
Masyarakat berharap aparat penegak hukum dan instansi berwenang segera meninjau lokasi dan melakukan pengecekan langsung.
Warga juga meminta Kepala Desa Nibung memberikan klarifikasi terkait dugaan yang beredar di tengah masyarakat.
Catatan Redaksi: Kebenaran dugaan keterlibatan pihak-pihak yang disebut dalam pemberitaan ini masih memerlukan konfirmasi lebih lanjut. Ruang klarifikasi tetap terbuka bagi semua pihak.
Editor : Redaksi












