banner 728x250

Anggota Kongres AS Andy Ogles yang Mempertanyakan Anti‑Muslim Kalah di Pemilihan Pendahuluan Partai Republik Tennessee, Meski Didukung Trump

Anggota Kongres Amerika Serikat Andy Ogles yang dikenal kerap melontarkan pernyataan bermuatan kebencian terhadap umat Muslim, gagal mempertahankan dukungan partai. 
banner 468x60

Kabaraktual.online | Amerika Serikat – Anggota Kongres Amerika Serikat Andy Ogles yang dikenal kerap melontarkan pernyataan bermuatan kebencian terhadap umat Muslim, gagal mempertahankan dukungan partai.

Ia kalah dalam pemilihan pendahuluan Partai Republik negara bagian Tennessee pada hari Kamis dari Charlie Hatcher, mantan Komisioner Pertanian negara bagian—meskipun mendapat dukungan penuh langsung dari mantan Presiden Donald Trump.

Example 300x600

📌Baca Juga :

🔗 Keputusan Pembangunan Permukiman Baru Israel Dikutuk oleh 14 Negara, Tindakan Dinilai Melanggar Hukum Internasional

Kekalahan ini menjadi kejadian langka di mana dukungan Trump tidak membawa kemenangan dalam persaingan internal Partai Republik.

Dengan hampir 90 persen suara terhitung, Hatcher unggul selisih 6,6 poin persentase. Calon terpilih ini pun turut mengaku mendukung Trump, namun secara tegas menolak pandangan ekstrem lawannya:

 “Ada warga negara Amerika beragama Muslim yang hidup patuh hukum, bahkan bertugas menjadi prajurit yang setia membela negara,” ujar Hatcher sebelumnya. 

Ia juga mendapat dukungan lanjutan dari Gubernur Tennessee Bill Lee dan kini akan menghadapi calon Demokrat Chaz Molder pada pemilihan umum November mendatang.

📌Baca Juga :

🔗 Profesor David Miller Dipecat Secara Tidak Sah karena Kritik Zionisme – Pengadilan Inggris Tegaskan Anti‑Zionisme Adalah Keyakinan yang Dilindungi Hukum

Pernyataan Menghina, Picu Kecaman Luas

Ogles yang pertama kali terpilih tahun 2022, telah menuai kecaman luas dari berbagai kalangan akibat ucapannya yang memecah belah.

Pada Maret lalu, ia menulis di media sosial: “Umat Muslim tidak pantas berada dalam masyarakat Amerika. Semboyan keberagaman adalah kebohongan.”

Tahun 2024, saat ditanya mengenai anak‑anak Palestina yang tewas terkena bom bersumber dana AS, ia bahkan dengan berani berkata: “Sebaiknya kita bunuh mereka semua,” lalu menambahkan bahwa yang dimaksud adalah seluruh anggota kelompok Hamas, dilangsir dari ALJAZEERA, Jum’at, 07/08/2026.

Sikapnya yang keras mendukung kebijakan Israel semakin menambah gelombang ketidakpuasan publik terhadap pandangan intoleran yang ia usung.

📌Baca Juga :

🔗 Iran: Negosiasi Selat Hormuz Bersama Oman Masuk Tahap Akhir

Kedua Kalinya Dukungan Trump Gagal

Kekalahan Ogles menjadi kekalahan kedua bagi calon yang didukung Trump pekan ini. Sebelumnya pada Selasa, Amir Hassan—veteran angkatan laut yang juga mendapat dukungan presiden—kalah di negara bagian Michigan dari calon yang bahkan sudah menghentikan kampanyenya sebelum hari pemungutan suara.

Musim pemilihan paruh waktu kini sedang berlangsung sengit di seluruh Amerika Serikat. Kedua partai tengah menyaring calon untuk memperebutkan seluruh 435 kursi Dewan Perwakilan Rakyat serta 35 kursi Senat pada November nanti.

Di wilayah Tennessee yang memang kuat berpihak pada Partai Republik, kubu Demokrat tetap berupaya memanfaatkan gelombang ketidakpuasan masyarakat terhadap kondisi ekonomi serta perang di Iran untuk meraih kemenangan di sejumlah daerah. (Red)

📌 Keterkaitan Peristiwa

Kemenangan rakyat di bilik suara menjadi bukti bahwa sikap memecah belah, ujaran kebencian, dan penolakan terhadap keberagaman tidak akan selamanya diterima masyarakat; keberagaman adalah kekayaan, bukan kelemahan bangsa.

banner 120x600