Kabaraktual.online | Internasional – Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengumumkan bahwa pembicaraan antara Teheran dan Muscat terkait pengaturan jalur pelayaran di Selat Hormuz kini memasuki tahap akhir.
Dalam unggahan di Telegram pada Minggu (2/8/2026), ia menyampaikan laporannya kepada kabinet bahwa kesepakatan tersebut “sedang dalam proses penyelesaian”.
Meski demikian, Iran menegaskan jalur air vital tersebut tidak akan kembali ke kondisi seperti sebelum perang.
📌Baca Juga :
🔗 Penembakan di Restoran AS, Beberapa Orang Tewas Terluka
Pengaturan Jalur Baru dan Posisi Iran
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Esmail Baghaei menjelaskan kedua pihak mendekati kesepakatan atas jalur maritim baru yang menghormati hak kedaulatan serta kepentingan keamanan kedua negara—bukan sekadar mengikuti jalur utara atau selatan yang sudah ada.
Ia menegaskan pembahasan ini terpisah dari soal dibuka atau ditutupnya selat, dan menuduh Amerika Serikat yang melanggar komitmen serta melakukan blokade laut yang menyebabkan penutupan tersebut.
📌Baca Juga :
🔗 Tujuh Warga Palestina Ditangkap, Kekerasan Pemukim Meningkat
Selat Hormuz menjadi jalur lalu lintas sekitar 20 persen konsumsi minyak dunia. Konflik memuncak sejak serangan AS‑Israel akhir Februari, gencatan senjata Juni runtuh, dan bentrokan kembali meletus Juli ini akibat perselisihan rute pelayaran.
Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyatakan nota kesepahaman dengan AS akan menjadi landasan hubungan luar negeri ke depan, sementara perwakilan parlemen menyatakan perantara terus berupaya menghidupkan kesepakatan Juni dan delegasi kemungkinan kembali ke Oman.
📌Baca Juga :
🔗 Keputusan Pembangunan Permukiman Baru Israel Dikutuk oleh 14 Negara, Tindakan Dinilai Melanggar Hukum Internasional
Posisi AS dan Seruan De‑eskalasi
Pengumuman ini muncul sehari setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan menunda serangan baru dengan harapan tercapai kesepakatan cepat yang mencakup pembukaan total Selat Hormuz dan penghentian ancaman nuklir.
Namun pihak Israel menyatakan dukungan, sementara Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman secara khusus meminta Trump mengutamakan dialog dan menurunkan eskalasi.
📌Baca Juga :
🔗 Konflik Timur Tengah Membara : Serangan dan Respons Beragam Dirasakan
Pengamat Al Jazeera menilai kedua belah pihak menyampaikan pesan ganda: pintu diplomasi terbuka namun kesiapan menghadapi konfrontasi tetap dijaga penuh. Hingga saat ini pihak Oman belum memberikan tanggapan resmi terkait perkembangan tersebut. (Red)
📌 Keterkaitan Peristiwa












