Kabaraktual.online | Internasional – Tujuh warga Palestina, di antaranya dua anak, ditangkap pasukan Israel dalam serangan yang berlangsung semalam hingga dini hari di berbagai wilayah Tepi Barat.
Di saat yang sama, gelombang kekerasan juga dilakukan oleh pemukim Israel yang menyerang warga sipil, merusak properti, serta membangun pos pemukiman baru yang ilegal, dikutip dari ALJAZEERA, Sabtu, 01/08/26.
📌Baca Juga :
🔗 Iran Serang Kuwait, Peringatkan Wilayah Terbakar Perang
Serangan Pemukim dan Penganiayaan Warga
Seorang pasangan suami istri dipukuli hingga terluka oleh sekelompok pemukim di lahan pertanian mereka sendiri, wilayah al‑Zarqa, Beitillu, sebelah barat laut Ramallah, dan harus mendapatkan perawatan di rumah sakit.
Di tempat lain, pemukim juga membakar mobil, menyemprotkan tulisan rasis di dinding rumah, serta menyemprotkan merica hingga menabrak kendaraan tiga pemuda Palestina.
Warga di Beit Jala pun dipaksa merobohkan rumah mereka sendiri oleh otoritas Israel guna menghindari denda yang lebih besar, akibat kebijakan penolakan pemberian izin bangun kepada warga Palestina.
📌Baca Juga :
🔗 Iran Serang Israel, AS-Israel Balas Serang Membuat Situasi Memanas
Operasi Militer dan Penangkapan Meluas
Penangkapan yang dilakukan pasukan militer menyasar tiga wilayah sekaligus: di Tubas seorang remaja berusia 16 tahun ditangkap, di Nablus empat orang ditahan, serta di Bethlehem seorang remaja lain dan seorang pria diamankan.
Di Asira ash Shamaliya, puluhan rumah digeledah dan salah satunya diubah menjadi pusat pemeriksaan darurat. Sementara di dekat Hebron, sebanyak 11 pekerja dikejar dan dipukuli saat ditangkap. Bahkan pasukan Israel dikabarkan menggunakan gas air mata di dalam sebuah supermarket di kota Ramallah.
📌Baca Juga :
🔗 Konflik AS-Israel-Iran Guncang Dunia, Dampak Meluas Terasa
Eskalasi dan Kecaman Dunia
Hanya dalam tujuh hari terakhir, sudah ada 12 pos pemukiman baru yang didirikan secara ilegal. Sepanjang semester pertama tahun ini saja, tercatat lebih dari 11.000 kasus serangan yang dilakukan pasukan maupun pemukim Israel di Tepi Barat.
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres telah memperingatkan bahwa kekerasan dan pengusiran warga Palestina semakin cepat terjadi, sementara pos pemukiman tersebut dinilai tidak sah menurut hukum internasional.
Perdana Menteri Inggris Andy Burnham juga mengecam situasi ini dan menyebut krisis kemanusiaan di Palestina “tidak dapat diterima”, serta sedang mempertimbangkan langkah tegas termasuk pembatasan ekspor senjata ke Israel. (Red)
📌 Keterkaitan Peristiwa












