Kuansing/Riau, Kabaraktual.online – Pasca beberapa hari di guyur hujan, Jalan Simpang Sako – Bumi Mulya mengalami rusak parah yang mengakibatkan roda dua dan roda empat susah untuk melintas.
Melalui Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) turun langsung untuk memperbaiki jalan merupakan akses Masyarakat yang sempat lumpuh akibat hujan dan kerap di lalui mobil Truk Tronton Ram buah sawit, Mobil PT. CRS, Mobil Kebun Pengusaha AG dan mobil Koperasi Soko Jati, Kata Tampu, Senin, 24 Maret 2025 kepada Kabaraktual.online.
Alat yang digunakan seadanya, mobil masyarakat di gunakan untuk mengangkut cadas dari PT. CRS dan pihak perusahaan sendiri tidak keberatan. Sesampainya cadas masyarakat membagi ke lubang – lubang yang dalam hingga tapak rata, ungkapnya.
Tentunya kita juga meminta Perusahaan dan pengusaha yang kerap melalui jalan tersebut memberi perhatian karena akses yang kita gunakan merupakan akses vital yang kerap di lalui, Pintanya yang juga Warga PSHT.
Sebelumnya (red) pada Minggu malam 23/03/2025 sepulang dari Safari Ramadhan di Kecamatan Pucuk Rantau Wakil Bupati (Wabub) Kuantan Singingi, H. Muklisin sempat di konfirmasi kabaraktual.online.
“Maaf baru bisa jawab, karena kita dan rombongan baru pulang dari Safari Ramadhan di Kecamatan Pucuk Rantau dan posisi juga masih di jalan,” kata Wabub H. Muklisin melalui Panggilan WhatsApp.
Terkait rusaknya jalan Simpang Sako – Bumi Mulya emang benar dan ada dua titik yang sangat parah, sembari kita juga menunggu alat dari Pemda untuk memperbaiki jalan rusak tersebut, ungkap Wabub Kuansing.
Selambat – lambatnya tiga hari dan untuk itu kita akan minta juga kepada PT. CRS agar menurunkan armada yang bisa membantu, agar akses jalan tersebut bisa di gunakan secepatnya, ujar Wabub Kuansing.

Sementara Wabub Kuansing H. Mukhlisin juga telah mengkonfirmasi pihak PT. CRS terkait akses jalan yang rusak parah terdapat dua titik tersebut. Dan begini konfirmasi nya.
Minta bantu Pk GM, jalan poros ke PKS 2 Suka Raja – Muara Langsat diservice karena ada dua titik yang sudah agak parah, demikian katanya.
Editor : Wan.












