Kabaraktual.online | Yahukimo/Papua Pegunungan – Duka mendalam kembali menyelimuti wilayah Tanah Papua setelah tiga warga sipil dilaporkan meninggal dunia akibat aksi kekerasan yang diduga dilakukan oleh kelompok bersenjata pimpinan Kopitua Heluka di sekitar Jalan Trans Papua, Distrik Seradala, Kabupaten Yahukimo, pada Senin, 22 Juli 2026.
Berdasarkan informasi awal serta pernyataan yang dipublikasikan oleh manajemen markas pusat kelompok tersebut, pihak pelaku mengklaim bertanggung jawab atas peristiwa penembakan yang menimbulkan korban jiwa.
📌Baca Juga: 🔗 Satgas Damai Cartenz Bagikan Sembako Jaga Keamanan Sugapa
Korban yang telah teridentifikasi terdiri atas sepasang suami istri, Kumis Kogoya beserta istrinya, serta seorang perempuan dari Suku Unaukam.
Sementara itu, pendalaman kronologi peristiwa serta verifikasi identitas secara menyeluruh masih terus dilakukan oleh aparat yang berwenang.
Tanggapan dan Dukungan Kemanusiaan
Koops TNI Habema menyampaikan belasungkawa yang tulus kepada keluarga para korban. Kehilangan nyawa warga sipil akibat tindakan kekerasan dinilai sebagai tragedi kemanusiaan yang tidak dapat dibenarkan dalam keadaan apa pun, mengingat setiap masyarakat Papua berhak hidup aman, bekerja, membesarkan keluarga, dan membangun masa depan tanpa rasa takut.
Penegakan Hukum dan Pengamanan
Menindaklanjuti peristiwa tersebut, aparat Koops TNI Habema terus berkoordinasi dengan instansi terkait guna melaksanakan penyelidikan, pengejaran, dan penegakan hukum terhadap para pelaku sesuai ketentuan yang berlaku.
Langkah ini diambil untuk memberikan perlindungan nyata kepada masyarakat sekaligus mencegah terulangnya aksi kekerasan yang mengancam keselamatan warga.
📌Baca Juga: 🔗 Satgas Damai Cartenz Intensifkan Patroli di Sinak Jaga Keamanan Wilayah
Kepala Penerangan Koops TNI Habema, Letkol Inf. M. Wirya Arthadiguna, menegaskan bahwa setiap tindakan aparat keamanan senantiasa berorientasi pada perlindungan masyarakat dan penegakan hukum yang profesional.
“Kami menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga korban. Tidak ada satu pun warga yang seharusnya kehilangan nyawa akibat aksi kekerasan. Koops TNI akan bekerja secara selektif, terukur, dan sesuai hukum untuk menghadirkan rasa aman serta memastikan pelaku mempertanggungjawabkan perbuatannya,” tegasnya.

Ajakan Menjaga Persatuan
Lebih lanjut ditegaskan bahwa keamanan merupakan fondasi utama bagi kehidupan bermasyarakat. Ketika situasi kondusif terjaga, anak‑anak dapat bersekolah, pelayanan kesehatan berjalan lancar, aktivitas ekonomi tumbuh, dan masyarakat dapat membangun masa depan dengan harapan.
Oleh karena itu, seluruh elemen masyarakat diajak untuk bersama‑sama menjaga ketertiban, tidak mudah terprovokasi informasi yang belum terverifikasi, serta memperkuat persaudaraan demi Papua yang aman, damai, dan sejahtera. (H.R)
Editor : Redaksi
📌 Keterkaitan Peristiwa












