KABARAKTUAL.ONLINE | JAKARTA — Keberadaan lapak pedagang kaki lima (PKL) di Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Semanggi, Jakarta Pusat, menjadi sorotan dan menimbulkan keresahan pengguna fasilitas publik.
Aktivitas perdagangan yang berlangsung hampir setiap hari dinilai mengganggu fungsi utama JPO sebagai sarana penyeberangan pejalan kaki yang aman dan nyaman.
📌 Lapak Berdagang dari Pagi Hingga Malam, Ruang Gerak Pejalan Kaki Terbatas
📌Baca Juga :
Berdasarkan pantauan Kabaraktual.online pada Rabu (26/8/2026) sekitar pukul 08.00 WIB, lapak pedagang sudah menggelar dagangan dan diduga beroperasi hingga pukul 19.00 WIB. Hal ini membuat pengguna JPO merasa resah, terutama saat jam sibuk.
“Kalau resah tentu kita sebagai pengguna JPO merasa resah, apalagi di tengah kesibukan pengguna JPO,” ujar salah satu pengguna yang enggan disebut namanya.
📌 Pejalan Kaki, Penyandang Disabilitas, & Pengguna Kebutuhan Khusus
Ketika lapak dan pembeli memenuhi jalur, ruang gerak menjadi sempit dan berbahaya. Kelompok rentan seperti penyandang disabilitas dan pengguna fasilitas dengan kebutuhan akses khusus justru paling kesulitan melintas.
📌Baca Juga :
Selain itu, sampah dan limbah dagangan yang tidak tertata berpotensi mengganggu kebersihan serta merusak fasilitas umum.
📌 Pengawasan & Penertiban Dinilai Belum Optimal
Keresahan masyarakat juga mengarah pada dugaan lemahnya pengawasan dan penertiban terhadap penggunaan fasilitas umum tersebut.
📌Baca Juga :
Masyarakat mempertanyakan langkah yang telah dilakukan Satpol PP dan Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Pusat untuk menjaga ketertiban di lokasi tersebut.
📌 Sterilisasi, Penertiban, & Pengawasan Rutin
Pengguna JPO berharap pemerintah daerah dan aparat terkait segera turun ke lapangan. Jika ditemukan pelanggaran, penertiban harus dilakukan sesuai aturan.
Pengawasan berkala dan penempatan petugas di titik rawan dinilai penting agar JPO tidak kembali dimanfaatkan sebagai lokasi berdagang. Sterilisasi area pejalan kaki menjadi kunci agar fungsi JPO Semanggi kembali optimal sebagai fasilitas penyeberangan yang aman, nyaman, dan tertib.
📌Baca Juga :
📌 Menunggu Klarifikasi Pihak Berwenang
Media mendorong Satpol PP maupun Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Pusat untuk memberikan klarifikasi resmi. Diperlukan penjelasan mengenai pola pengawasan selama ini, apakah aktivitas tersebut melanggar aturan, serta langkah konkret yang akan diambil untuk mengembalikan fungsi JPO Semanggi sebagai fasilitas publik yang murni untuk pejalan kaki. (H.R)
Editor: Redaksi
📎 Keterkaitan Berita












