banner 728x250

Lapak PKL Penuhi JPO Semanggi, Pejalan Kaki Resah — Satpol PP & Pemkot Jakpus Diminta Sterilkan Fasilitas Umum

Keberadaan lapak pedagang kaki lima (PKL) di Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Semanggi, Jakarta Pusat, menjadi sorotan dan menimbulkan keresahan pengguna fasilitas publik.
banner 468x60

KABARAKTUAL.ONLINE | JAKARTA — Keberadaan lapak pedagang kaki lima (PKL) di Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Semanggi, Jakarta Pusat, menjadi sorotan dan menimbulkan keresahan pengguna fasilitas publik.

Aktivitas perdagangan yang berlangsung hampir setiap hari dinilai mengganggu fungsi utama JPO sebagai sarana penyeberangan pejalan kaki yang aman dan nyaman.

Example 300x600

📌 Lapak Berdagang dari Pagi Hingga Malam, Ruang Gerak Pejalan Kaki Terbatas

📌Baca Juga :

🔗 Kementerian ATR/BPN Genjot Sertifikasi Tanah Wakaf, Masjid Berdiri 54 Tahun Akhirnya Miliki Legalitas Penuh

Berdasarkan pantauan Kabaraktual.online pada Rabu (26/8/2026) sekitar pukul 08.00 WIB, lapak pedagang sudah menggelar dagangan dan diduga beroperasi hingga pukul 19.00 WIB. Hal ini membuat pengguna JPO merasa resah, terutama saat jam sibuk.

“Kalau resah tentu kita sebagai pengguna JPO merasa resah, apalagi di tengah kesibukan pengguna JPO,” ujar salah satu pengguna yang enggan disebut namanya.

📌 Pejalan Kaki, Penyandang Disabilitas, & Pengguna Kebutuhan Khusus

Ketika lapak dan pembeli memenuhi jalur, ruang gerak menjadi sempit dan berbahaya. Kelompok rentan seperti penyandang disabilitas dan pengguna fasilitas dengan kebutuhan akses khusus justru paling kesulitan melintas.

📌Baca Juga :

🔗 Aipda Jonni Rahmad Sisihkan Gaji Bangun 4 Rumah Fakir Miskin: Menjadi Polisi Berarti Hadir & Berbagi Tanpa Diminta

Selain itu, sampah dan limbah dagangan yang tidak tertata berpotensi mengganggu kebersihan serta merusak fasilitas umum.

📌 Pengawasan & Penertiban Dinilai Belum Optimal

Keresahan masyarakat juga mengarah pada dugaan lemahnya pengawasan dan penertiban terhadap penggunaan fasilitas umum tersebut.

📌Baca Juga :

🔗 Pengacara Kondang Erles Rareral Usul Ganti Menko Info, Roy Suryo Dinilai Lebih Tepat Atasi Banjir Hoaks

Masyarakat mempertanyakan langkah yang telah dilakukan Satpol PP dan Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Pusat untuk menjaga ketertiban di lokasi tersebut.

📌 Sterilisasi, Penertiban, & Pengawasan Rutin

Pengguna JPO berharap pemerintah daerah dan aparat terkait segera turun ke lapangan. Jika ditemukan pelanggaran, penertiban harus dilakukan sesuai aturan.

Pengawasan berkala dan penempatan petugas di titik rawan dinilai penting agar JPO tidak kembali dimanfaatkan sebagai lokasi berdagang. Sterilisasi area pejalan kaki menjadi kunci agar fungsi JPO Semanggi kembali optimal sebagai fasilitas penyeberangan yang aman, nyaman, dan tertib.

📌Baca Juga :

🔗 Polri Kirim Bantuan Peralatan Pemadaman & Kesehatan untuk Dukung Penanganan Karhutla di Kalimantan Barat

📌 Menunggu Klarifikasi Pihak Berwenang

Media mendorong Satpol PP maupun Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Pusat untuk memberikan klarifikasi resmi. Diperlukan penjelasan mengenai pola pengawasan selama ini, apakah aktivitas tersebut melanggar aturan, serta langkah konkret yang akan diambil untuk mengembalikan fungsi JPO Semanggi sebagai fasilitas publik yang murni untuk pejalan kaki. (H.R)

Editor: Redaksi 

📎 Keterkaitan Berita

Pemanfaatan fasilitas umum untuk aktivitas perdagangan bukan hanya persoalan ketertiban, tetapi juga menyangkut hak aksesibilitas seluruh warga, terutama kelompok rentan. JPO Semanggi yang dibangun untuk mempermudah penyeberangan justru menjadi tidak nyaman dan berbahaya jika dikuasai pihak lain. Sinergi antara pengawasan aparat, penegakan aturan, serta kesadaran bersama menjadi kunci agar ruang publik tetap milik publik.

banner 120x600