banner 728x250

Kementerian Kehutanan Tanam Sembilan Ratus Mangrove Raja Ampat Untuk Menjaga Kelestarian Kawasan

banner 468x60

Kabaraktual.online | Raja Ampat – Rehabilitasi ekosistem pesisir di Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat Daya, terus diperkuat oleh Kementerian Kehutanan melalui Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BP-DAS) Remu Ransiki.

Sebanyak 900 bibit mangrove telah ditanam melalui kolaborasi lintas pemangku kepentingan (25/07) dan berhasil dirangkum Redaksi Kabaraktual.Online, Pada Selasa 28/07/2026, sebagai bagian dari komitmen menjaga kelestarian kawasan bernilai ekologis tinggi sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan.

Example 300x600

📌Baca Juga:

🔗 Aceh Singkil Tanam Mangrove Peringati Hari Sedunia, Komitmen Menjaga Kelestarian Lingkungan

Sejalan dengan Visi dan Kebijakan Nasional

Kegiatan tersebut sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan pengelolaan sumber daya alam berkelanjutan sebagai fondasi pembangunan nasional, serta mendorong penguatan ketahanan lingkungan melalui Asta Cita.

Menindaklanjuti hal tersebut, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni terus mendorong percepatan rehabilitasi hutan dan lahan, termasuk ekosistem mangrove, dengan pendekatan kolaboratif yang melibatkan pemerintah, masyarakat, perguruan tinggi, komunitas, dan dunia usaha.

📌Baca Juga:

🔗 MQK IV Aceh Singkil Resmi Dibuka Wakil Bupati Sebagai Nilai Tradisi Keilmuan Islam

Peran Strategis Mangrove bagi Ekosistem

Kepala BP-DAS Remu Ransiki, Zayinul Farhi, menyampaikan bahwa rehabilitasi tidak hanya bertujuan meningkatkan tutupan vegetasi, tetapi juga memperkuat fungsi ekologis kawasan sebagai pelindung garis pantai, habitat biota, serta penyerap karbon penting dalam mitigasi perubahan iklim.

“Mangrove merupakan benteng alami yang menjaga keseimbangan ekosistem, melindungi dari abrasi, menyerap karbon, sekaligus menjadi habitat berbagai jenis ikan dan satwa lainnya,” ujarnya.

Kolaborasi dan Edukasi di Lapangan

Pelaksanaan penanaman melibatkan mahasiswa KKN-PPM Universitas Gadjah Mada, masyarakat setempat, pemerintah daerah, serta berbagai pemangku kepentingan lain.

Selain penanaman, kegiatan juga diisi dengan edukasi mengenai fungsi ekologis, teknik penanaman yang tepat, serta pentingnya pemeliharaan agar bibit tumbuh optimal.

Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan peran pesisir sebagai penyangga kehidupan sekaligus sumber penghidupan.

📌Baca Juga:

🔗 Kementerian PANRB Ziarah Peringati Hari Jadi Keenam Puluh Tujuh

Investasi Jangka Panjang dan Harapan Ke Depan

Bagi Kementerian Kehutanan, rehabilitasi mangrove merupakan bagian dari strategi kehutanan yang mendukung target penurunan emisi, konservasi keanekaragaman hayati, perlindungan wilayah pesisir, serta penguatan ekonomi masyarakat.

Diharapkan, kolaborasi yang terus diperkuat ini menjadikan Raja Ampat sebagai contoh sinergi multipihak dalam menjaga kekayaan alam Indonesia untuk generasi mendatang. (Red)

📌 Keterkaitan Peristiwa

Penanaman ini memperluas jejak program rehabilitasi pesisir nasional yang juga didorong oleh momentum Hari Mangrove Sedunia, menegaskan peran strategis mangrove sebagai benteng ekologis dan penyerap karbon.

banner 120x600