Kabaraktual.online | Jakarta – Nilai integritas bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) tidak hanya diukur dari kepatuhan terhadap peraturan semata, melainkan juga keberanian mengambil sikap tegas apabila menerima perintah yang bertentangan dengan hukum.
Hal ini ditegaskan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) dalam kegiatan Series Penguatan Integritas dan Antikorupsi Tahun 2026 Sesi I yang digelar di Jakarta pada Kamis (30/7/2026).
📌Baca Juga:
🔗 Kombes Norul Hidayat Raih Hoegeng Awards Polisi Berintegritas, Polda Bangka Belitung
Loyalitas ASN Bukan Buta Pada Atasan
Staf Ahli Bidang Budaya Kerja Kementerian PANRB Abdul Hakim menjelaskan bahwa meskipun sistem birokrasi menjunjung tinggi hierarki, kepatuhan kepada atasan tidak berarti menuruti segala perintah secara membabi buta.
“Loyalitas ASN harus ditujukan kepada negara, konstitusi, hukum, dan pelayanan publik, bukan semata kepada individu atasan,” ungkapnya.
Integritas diuji bukan hanya dalam persoalan besar, melainkan dalam setiap keputusan dan tindakan sehari‑hari.
📌Baca Juga:
🔗 Indonesia Open Bangun Legacy Taekwondo Menuju Olimpiade, Lahirkan Juara Lintas Generasi
Menjawab Tantangan Tekanan dan Ketidakpastian
Kegiatan ini diselenggarakan sebagai tindak lanjut hasil Survei Penilaian Integritas Tahun 2025 serta upaya pengembangan kompetensi berkelanjutan.
Tantangan terbesar yang sering dihadapi ASN biasanya berupa tekanan hierarki, kekhawatiran penilaian dari atasan, maupun ketidaktahuan mengenai mekanisme perlindungan diri.
Oleh karena itu, peserta dibekali pemahaman praktis mengenali perintah yang bermasalah, menentukan langkah tepat, serta memahami jalur perlindungan dan pelaporan yang sah.
Materi yang dibahas tidak terbatas pada pengambilan keputusan, melainkan juga mencakup budaya speak up, sistem pelaporan pelanggaran, gratifikasi, suap, benturan kepentingan, hingga risiko integrasi di era digital.
📌Baca Juga:
🔗 Dari Modal 70 Ribu, Karya Ja’far Hasibuan Mendunia dan Menjadi Referensi Akademik
Membangun Budaya Integrasi yang Sebenarnya
Abdul Hakim berharap kegiatan ini tidak sekadar menjadi formalitas pemenuhan kompetensi, melainkan benar‑benar diimplementasikan dalam tugas sehari‑hari.
Ia menekankan bahwa budaya integritas tumbuh melalui keteladanan pimpinan, komunikasi terbuka, konsistensi penegakan aturan, serta terciptanya lingkungan kerja yang aman bagi siapa saja yang berani menyuarakan kebenaran.
📌Baca Juga:
🔗 Brimob Polda Metro Jaya Panen Hasil Ketahanan Pangan, Merupakan Dukungan Nyata
Dengan semangat tersebut, Kementerian PANRB berkomitmen menjadi teladan sekaligus penggerak utama reformasi birokrasi yang bersih, transparan, dan melayani. (Red)
📌 Keterkaitan Peristiwa












