banner 728x250

Pentagon Pecat Pemimpin Redaksi & Jurnalis Stars and Stripes — Diduga Balas Dendam atas Kemerdekaan Redaksional

Liputan Kondisi Memburuk di Kapal Induk USS Abraham Lincoln Jadi Sorotan Stars and Stripes.
banner 468x60

Kabaraktual.online | Washington D.C. – Kementerian Pertahanan Amerika Serikat (Pentagon) memecat Pemimpin Redaksi surat kabar militer ternama Stars and Stripes, Erik Slavin, serta salah satu jurnalis utamanya, koresponden Timur Tengah Lara Korte, pada Jumat (21/8/2026). Pemberhentian ini memicu kekhawatiran luas atas tekanan terhadap kebebasan pers di lingkungan militer AS.

📌Baca Juga :

Example 300x600

🔗 Perkuat Penanganan Karhutla, Pemerintah Kerahkan 52 Pesawat di Enam Provinsi — 5 Pesawat TNI AU Diberangkatkan ke Kalimantan

📰 Pemberhentian Diduga Balas Dendam

Erik Slavin mengonfirmasi pemecatannya kepada kantor berita Associated Press (AP). Ia meyakini keputusan tersebut merupakan bentuk pembalasan karena ia secara terbuka memperjuangkan kemerdekaan redaksional surat kabar tersebut.

“Saya berpegang pada prinsip bahwa Stars and Stripes harus tetap merdeka secara redaksional, sebagaimana diwajibkan oleh hukum dan kebijakan departemen itu sendiri,” ujar Slavin.

Ia menyebut salah satu pemicunya adalah pernyataannya dalam wawancara CBS bahwa kemungkinan penyensoran berita bagi prajurit militer adalah “garis merah” yang tidak boleh dilanggar.

📌Baca Juga :

🔗 Momen Istimewa Hari Juang Polri 2026, Mantan Kapolri & Wakapolri Berkumpul di Mabes Polri — Lintas Generasi Satu Semangat Pengabdian

Pemberitahuan juga dikirim kepada Max Lederer, penerbit surat kabar yang telah lama mengabdi dan sebelumnya telah mengumumkan pensiun akhir September mendatang.

Sorotan Liputan Kapal Induk USS Abraham Lincoln

Dalam beberapa pekan terakhir, Stars and Stripes menarik perhatian luas melalui liputan mengenai kondisi memburuk di atas kapal induk USS Abraham Lincoln, yang sedang menjalani penugasan terpanjang dalam sejarah.

Surat kabar itu memuat laporan mengenai prajurit yang menunjukkan kecenderungan bunuh diri hingga berusaha melompat ke laut. Pemerintahan Presiden Donald Trump menolak laporan tersebut, menyebutnya berlebihan dan “tidak jujur”.

📌Baca Juga :

🔗 Bareskrim Polri Ungkap Tiga Kasus PPA-PPO — Kekerasan Seksual hingga TPPO Modus Pengantin Pesanan, Tidak Ada Toleransi

📉 Tekanan Bertambah Selama Berbulan-bulan

Tekanan terhadap Stars and Stripes sebenarnya telah berlangsung berbulan-bulan:

– Januari 2026: Juru bicara Pentagon Sean Parnell mengumumkan surat kabar akan dikembalikan ke “misi awal”fokus pada hal-hal militer semata, dan menjauhkan dari konten yang dinilai “mengganggu moral”.

– April 2026: Ombudsman surat kabar, Jacqueline Smith, dipecat. Perannya adalah menjaga etika dan kemerdekaan redaksi.

– Pejabat Pentagon, Kapten William Urban, ditunjuk sebagai wakil penerbit tanpa sepengetahuan penerbit sebelumnya.

Lederer kemudian mengundurkan diri, menyebut perbedaan pandangan yang mendasar dengan arah kebijakan Kementerian Pertahanan.

📌Baca Juga :

🔗 Keputusan Pembangunan Permukiman Baru Israel Dikutuk oleh 14 Negara, Tindakan Dinilai Melanggar Hukum Internasional

🗣️ Kecaman dari Kalangan Jurnalis & Politisi

Pemecatan Jumat lalu memicu gelombang kekhawatiran:

– Society of Professional Journalists: “Prajurit dan keluarga mereka berhak atas jurnalisme yang dibuat untuk kepentingan mereka — bukan jurnalisme yang dibentuk untuk melayani kepentingan Pentagon.”

– Tiga Senator Demokrat (Richard Blumenthal, Elizabeth Warren, Jeanne Shaheen): Mengirim surat kepada Menteri Pertahanan Pete Hegseth, meminta penjelasan atas “penurunan kualitas kemerdekaan” surat kabar tersebut.

Mereka menegaskan kepercayaan masyarakat bergantung pada pemisahan tegas antara jurnalisme merdeka dan aparat hubungan masyarakat Pentagon.

📌Baca Juga :

🔗 Gunung Etna Meletus Keluarkan Abu, Penerbangan Tiba di Bandara Catania Sisilia Ditangguhkan

📜 Sejarah Panjang Stars and Stripes

Didirikan pada abad ke-19, Stars and Stripes menjadi media resmi bagi prajurit AS yang dikirim ke luar negeri sejak Perang Dunia II.

Meski mendapat pendanaan dari Pentagon, surat kabar itu selama ini berupaya mempertahankan kemampuan melaporkan urusan militer secara independen.

Langkah pemecatan ini muncul di tengah kebijakan pemerintahan Trump yang dikhawatirkan membatasi kebebasan pers, termasuk pembatasan akses jurnalis ke ruang pers Pentagon dan sejumlah tuntutan hukum terhadap media besar.

Editor: Redaksi 

 📌 Keterkaitan Peristiwa

Surat kabar militer yang merdeka bukanlah kemewahan — itu adalah kebutuhan. Ketika prajurit tidak bisa mendapatkan berita yang jujur dari media yang diperuntukkan bagi mereka, maka kepercayaan mulai retak. Pemecatan pemimpin redaksi yang memperjuangkan kemerdekaan redaksional menjadi alarm bagi setiap insan pers: tekanan terhadap kebebasan berita bisa datang dari mana saja, bahkan dari institusi yang seharusnya menjaga kebebasan itu sendiri.

banner 120x600