banner 728x250

Ratas Kabinet Merah Putih: PMI Manufaktur Capai Level Tertinggi Sejak 2024, Surplus Perdagangan Tembus US$10,61 Miliar

Presiden Prabowo Subianto memimpin Rapat Terbatas bersama jajaran Kabinet Merah Putih di Istana Merdeka, Jakarta
banner 468x60

📰 Kabaraktual.online | JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto memimpin Rapat Terbatas bersama jajaran Kabinet Merah Putih di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (2/11/2026).

Usai rapat, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan sejumlah indikator kunci ekonomi nasional menunjukkan tren positif yang menggembirakan.

Example 300x600

📌 Baca Juga : Segarkan Kepemimpinan, Polri Mutasi 264 Pati dan Pamen — Dua Perwira Wanita Juga Dapat Promosi Jabatan Strategis

Sektor Manufaktur Makin Kuat

Indeks Purchasing Manager’s Index (PMI) manufaktur Indonesia tercatat di angka 54,0 pada Oktober 2026, naik dari 52,4 pada bulan sebelumnya. Ini merupakan level ekspansi tertinggi sejak Maret 2024, menandakan penguatan aktivitas industri pengolahan yang berkelanjutan.

📌 Baca Juga : Terang-Terangan Tambang Ilegal Beroperasi Dekat Kantor Bupati Sijunjung, Warga: Sudah Dikoordinasi, Makanya Aman — Polda Sumbar Janji Tindak Lanjut

Surplus Perdagangan Tetap Kokoh

Neraca perdagangan Indonesia pada September 2026 mencatat surplus sebesar US$3,36 miliar, didorong surplus nonmigas US$5,67 miliar yang mengimbangi defisit migas US$2,31 miliar.

Secara kumulatif Januari–September 2026, surplus perdagangan tercatat US$10,61 miliar, dengan surplus nonmigas US$34,21 miliar dan defisit migas US$23,6 miliar.

📌 Baca Juga : Kades Kuantan Tenang Akui Pungut Rp5 Juta per Rakit PETI, Nelayan Ancam Langkah Tegas — Kades Kota Medan Blokir Telepon Wartawan

Ekspor total pada periode tersebut tumbuh 5,58 persen secara tahunan (yoy), mencapai nilai US$221,23 miliar, di mana ekspor nonmigas menyumbang US$212,27 miliar.

Inflasi Terkendali, Diskon Transportasi Jelang Nataru

Laju inflasi Oktober 2026 tercatat 3,23 persen secara tahunan dan 0,22 persen secara bulanan. Sementara inflasi tahun kalender (ytd) berada di 2,4 persen, masih dalam rentang sasaran pemerintah 2,5 ± 1 persen.

📌 Baca Juga : Provokasi Anti-Muslim Meningkat di AS: Aktivis Sayap Kanan Beraksi di Michigan, Terkait Ketatnya Pilwan Senat

Tekanan harga terbesar berasal dari makanan tidak olah — terutama cabai rawit dan ikan segar — serta sektor transportasi. Menanggapi hal ini, pemerintah akan memberlakukan program diskon tarif transportasi menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) untuk menekan tekanan harga sekaligus menjaga daya beli masyarakat.

“Berbagai data ini menunjukkan fundamental ekonomi Indonesia terjaga dan masih kuat sampai bulan ini. Hingga akhir tahun, kondisinya diharapkan tetap terjaga,” pungkas Airlangga.

Editor : Redaksi 

banner 120x600