banner 728x250

Polri Gelar Training of Trainers Program Paham AI

Karo Tekkom Divtik Polri Brigjen Pol. Indarto menjelaskan bahwa penyelenggaraan edukasi kecerdasan buatan dinilai sangat mendesak karena para pelajar saat ini telah memanfaatkan teknologi tersebut secara mandiri.
banner 468x60

Kabaraktual.online | Jakarta – Program pelatihan pelatih atau Training of Trainers Program Paham Kecerdasan Buatan tahun 2026 telah diselenggarakan oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia di Jakarta pada Selasa, 21 Juli 2026.

Kegiatan ini diposisikan sebagai langkah strategis untuk memperkuat literasi digital sekaligus menyiapkan para tenaga pengajar yang akan mengedukasi para pelajar agar mampu memanfaatkan kecerdasan buatan secara aman, etis, dan bertanggung jawab.

Example 300x600

📌Baca Juga: 🔗 Polri Gandeng UPH Komdigi Cegah Judi Online, Kalangan Generasi Muda

Komposisi Peserta dan Sasaran Perluasan

Kegiatan yang berlangsung tersebut diikuti oleh 65 peserta, yang terdiri dari 55 personel calon pelatih yang berasal dari 11 Polda pelaksana proyek percontohan, serta 10 Pelatih Utama yang dikirim oleh Polda Jawa Tengah.

Seluruh tenaga pengajar yang telah dibekali pengetahuan ini nantinya akan ditugaskan untuk memperluas jangkauan edukasi Program Paham AI hingga ke tingkat Polda dan Polres di seluruh wilayah.

📌Baca Juga: 🔗 Kemkomdigi OJK Perbankan Putus Rantai Judi Online, Fokus Pemblokiran,!

Latar Belakang dan Temuan Riset

Karo Tekkom Divtik Polri Brigjen Pol. Indarto menjelaskan bahwa penyelenggaraan edukasi kecerdasan buatan dinilai sangat mendesak karena para pelajar saat ini telah memanfaatkan teknologi tersebut secara mandiri.

Berdasarkan hasil riset terhadap 11.550 pelajar di wilayah Jawa Tengah, terungkap bahwa 94 persen siswa mengaku mampu menggunakan kecerdasan buatan, namun sebagian besar mempelajarinya secara otodidak tanpa bimbingan memadai.

“Para pelajar tersebut berpotensi menjadi korban sekaligus pelaku kejahatan berbasis kecerdasan buatan. Oleh karena itu, pencegahan dan mitigasi harus dilakukan melalui pendekatan yang terstruktur seperti ini,” tegas Indarto.

Target Jangkauan dan Kolaborasi

Polri menargetkan Program Paham AI dapat menjangkau hingga 10 juta pelajar melalui pelaksanaan bertahap yang didukung kolaborasi dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah serta pemangku kepentingan pendidikan lainnya.

Indarto menegaskan bahwa edukasi tidak dapat dilakukan secara terpisah‑pisah, melainkan memerlukan sinergi antara sekolah, guru, orang tua, dan pemerintah daerah.

Sementara itu, Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Kemendikdasmen Tatang Muttaqin menyambut baik kolaborasi tersebut.

Menurutnya, kerja sama ini penting untuk menyiapkan generasi muda yang tidak hanya melek teknologi, tetapi juga memiliki karakter kuat dan memahami etika pemanfaatannya.

Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Kemendikdasmen Tatang Muttaqin menyambut baik kolaborasi tersebut.

Melalui program ini, para pelatih akan memberikan materi kepada siswa SMA, SMK, dan sederajat mengenai pemanfaatan kecerdasan buatan, etika digital, keamanan siber, serta pencegahan risiko kejahatan berbasis teknologi. [H.R]

Editor: Redaksi 

📌 Keterkaitan Peristiwa

Program ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan penguatan literasi digital generasi muda, sejalan dengan berbagai kegiatan pencegahan kejahatan siber yang sebelumnya telah dilaksanakan melalui kerja sama lintas instansi.

banner 120x600