Kabaraktual.online | Bogor – Sebanyak 775 siswa Pendidikan Pembentukan Bintara Polri Kemampuan Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Tahun Anggaran (T.A) 2026 telah resmi memulai masa pendidikan di Sekolah Polisi Negara Polda Metro Jaya, wilayah Cigombong, Bogor.
Upacara pembukaan dilaksanakan pada Senin, 20 Juli 2026, dan dipimpin langsung oleh Wakapolda Metro Jaya Brigjen Pol. Dekananto Eko Purwono selaku inspektur upacara, serta dihadiri oleh jajaran Pejabat Utama Polda Metro Jaya.
📌Baca Juga: 🔗 Polri Serahkan Tersangka Barang Bukti Korupsi Ke- Kejagung, Apa Aja Ya,!
Cakupan Peserta dan Tujuan Pendidikan
Para siswa yang mengikuti pendidikan ini berasal dari 34 kepolisian daerah di seluruh Indonesia, dan akan menjalani proses pembentukan selama lima bulan. Dalam amanat yang dibacakan, Kalemdiklat Polri Komjen Pol. Drs. R.Z. Panca Putra Simanjuntak menyampaikan bahwa secara nasional tahun ini tercatat 4.799 peserta didik, yang terdiri atas 4.090 siswa di 31 SPN Polda serta 709 siswi yang menempuh pendidikan di Sepolwan Polri.
Masa pendidikan yang akan dijalani disebut sebagai momen krusial transformasi dari masyarakat sipil menjadi insan Bhayangkara yang tangguh.
“Lima bulan ke depan bukanlah perjalanan ringan. Saudara akan ditempa melalui jadwal padat, latihan melelahkan, disiplin ketat, serta serangkaian ujian fisik, mental, dan pengetahuan kepolisian,” demikian amanat tersebut.
📌Baca Juga: 🔗 Satgas Damai Cartenz Bagikan Sembako Jaga Keamanan Sugapa
Penekanan Karakter dan Integritas
Seluruh peserta diminta segera beradaptasi dengan lingkungan pendidikan, menaati seluruh aturan, menghormati pendidik, serta memperkokoh soliditas antar sesama.
📌Baca Juga: 🔗 Kapolri Jaksa Agung Perkuat Sinergi Penegakan Hukum
Sikap individualis harus ditinggalkan dan setiap tantangan dijadikan sarana membangun ketangguhan mental.
“Jangan sekadar berusaha lulus, melainkan menjadi lulusan yang benar‑benar siap melayani masyarakat dan dapat diandalkan oleh organisasi,” tegas amanat tersebut.
Penyelenggaraan pendidikan juga diarahkan menggunakan kurikulum berbasis Outcome‑Based Education guna menjamin ketercapaian kompetensi lulusan. Secara khusus ditegaskan agar proses pendidikan terbebas dari segala bentuk kekerasan maupun perundungan.

“Pendidikan yang tegas tidak harus kasar; latihan yang berat tidak boleh merendahkan martabat. Ketegasan membentuk karakter, bukan menumbuhkan dendam,” ujar Kalemdiklat.
Para pendidik pun diharapkan menjadi teladan nyata bagi peserta didik dalam hal ucapan, sikap, disiplin, dan integritas. Melalui pendidikan ini, diharapkan lahir Bintara Polri Kemampuan SPKT yang profesional, berintegritas, humanis, dan siap mewujudkan pelayanan terbaik bagi masyarakat sesuai semangat Polri Presisi. [H.R]
Editor: Redaksi
📌 Keterkaitan Peristiwa












