Kabaraktual.online | Teluk Kuantan – Polda Riau bersama Polres Kuantan Singingi (Kuansing) memperkuat pemberantasan Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) melalui Operasi PETI Kuantan Merah Putih Presisi 2026.
Berlangsung selama 14 hari, 1–14 Agustus 2026, operasi ini tidak hanya menertibkan aktivitas tambang ilegal, tetapi juga membongkar mata rantai kejahatan hingga ke pemodal dan penampung hasil tambang. Hasil pengungkapan disampaikan dalam konferensi pers di Tepian Narosa, samping Astaka Teluk Kuantan, Selasa (18/8/2026).
📌Baca Juga :
📋 55 Lokasi Ditindak, 17 Tersangka Diamankan
Wakapolda Riau Brigjen Pol. Hengki Haryadi menjelaskan penindakan tidak hanya menyasar pekerja lapangan, tetapi mengungkap seluruh rantai kejahatan — mulai pelaku lapangan, pihak yang memerintahkan/mengendalikan, pemodal, hingga penampung hasil tambang ilegal.
– 55 lokasi ditindak
– 17 tersangka diamankan dalam 8 laporan polisi
– 525 rakit/dompeng dimusnahkan
– 56 lokasi dipasangi plang larangan sebagai langkah pencegahan
– Melibatkan personel Polda Riau, Polres Kuansing, TNI, dan Pemda
📌Baca Juga :
🔗 Milad ke-35 SMA Negeri 2 Indramayu — Parade Kostum Unik Tampilkan Beragam Bakat Siswa
💰 Emas & Uang Hampir Rp1 Miliar Disita
Pengembangan perkara mengarah ke Toko Safira di Pasar Syariah Ulul Albab, Jalan Pasir Putih, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar:
– 395,71 gram perhiasan emas 22 karat disita (33 gelang, 22 kalung, 130 cincin, 39 anting, 14 liontin, 9 perhiasan lain)
– Uang tunai Rp30 juta, alat pompa & pengaduk emas, buku pencatatan penjualan 2025–2026
– Dari pemodal berinisial DI: mesin diesel, peralatan tambang, 1 unit mobil pikap, serta dana rekening
– Total uang yang disita: Rp972,8 juta
📌Baca Juga :
🚨 Temuan Jaringan Narkoba di Lokasi PETI
Penertiban PETI membuka temuan lain: alat konsumsi narkotika ditemukan di pondok pekerja. Satresnarkoba Polres Kuansing mengembangkan kasus hingga mengungkap jaringan — 4 tersangka diamankan, 13 paket sabu disita. Narkotika diduga digunakan pekerja untuk mendukung aktivitas, terutama saat bekerja malam hari.
📌Baca Juga :
🌊 Sungai Kuantan Dipastikan Bersih
Patroli air dari hulu hingga hilir dan perbatasan dilakukan — tidak ditemukan lagi aktivitas PETI di sepanjang Sungai Kuantan. Satgas Penutupan PETI akan kembali diaktifkan melibatkan TNI, Polri, Pemda, BPBD, dan unsur masyarakat.
📢 Pemprov Riau Dorong Jalur Legal IPR
Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Riau, Ismon Diondo Simatupang, ST., MT., menyatakan dukungan penegakan hukum sekaligus mendorong masyarakat menempuh jalur legal melalui Izin Pertambangan Rakyat (IPR). Percepatan penerbitan IPR terus dilakukan dengan sosialisasi persyaratan dan mekanisme pengajuan.
💬 Penegasan Pimpinan

Wakapolda Riau Brigjen Pol. Hengki Haryadi: “Pemberantasan PETI bukan hanya soal penegakan hukum, tetapi juga menjaga lingkungan dan memutus mata rantai kejahatan. Penegakan hukum tidak berhenti pada pelaku lapangan, tetapi harus menjangkau aktor, pemodal, penampung, dan pihak yang menikmati keuntungan dari aktivitas ilegal.”
Kapolres Kuansing AKBP Hidayat Permana: “Kami telah melakukan patroli air dari hulu hingga hilir, termasuk perbatasan, untuk memastikan Sungai Kuantan benar-benar bersih dari PETI.” (RWP)
Editor: Redaksi
📌 Keterkaitan Peristiwa












