banner 728x250

Tangkap Pemodal PETI di KHS, Aktivitas Dekat Rumah Warga Membuat Sumur Keruh

Foto : Dok Kabaraktual.online, berdasarkan pantauan awak media pada Sabtu (29/8/2026), aktivitas PETI masih berlangsung aktif dan sudah mendekati pemukiman warga.
banner 468x60

KABARAKTUAL.ONLINE | KUANTAN HILIR SEBERANG Aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Kecamatan Kuantan Hilir Seberang (KHS), Kabupaten Kuantan Singingi, Riau. Masih marak dan bahkan sudah mendekati pemukiman warga.

Kondisi ini memicu keresahan mendalam, di mana warga sekitar diduga takut melapor karena terancam intimidasi, padahal dampak kerusakan lingkungan sudah terasa nyata.

Example 300x600

 📌Baca Juga : 🔗 Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo Resmi Jadi Anggota Kehormatan KSBSI: Buruh Sebut “Rumah Kedua”, Desk Ketenagakerjaan Dioptimalkan

📌 Apa yang Terjadi? — PETI Merajalela, Dekati Rumah Warga & Sumber Air Keruh

Berdasarkan pantauan awak media pada Sabtu (29/8/2026), aktivitas PETI masih berlangsung aktif dan sudah mendekati pemukiman warga. Warga yang enggan disebutkan namanya menyampaikan kekhawatirannya.

“Ini aktivitas PETI sudah mendekati pemukiman warga dan dugaan warga yang berdekatan dengan aktivitas PETI tidak berani untuk angkat bicara, takut diintimidasi,” ujar warga tersebut.

Dampak langsung sudah terlihat: sumur warga sekitar mulai berair keruh, menandakan kerusakan lingkungan sudah mengganggu sumber kehidupan sehari-hari. Warga berharap Kapolsek Kuantan Hilir segera bertindak dan memberikan efek jera, terutama terhadap para pemodal.

 📌Baca Juga : 🔗 Polwan & Personel Polda Metro Jaya Sapa Pejuang Aspirasi di DPR, Bagikan Makanan sebagai Wujud Pendekatan Humanis

📌 Diduga Beroperasi — Identitas Pemodal & Jumlah Rakit

Terdapat beberapa unit rakit PETI yang beroperasi, yaitu:

– 1 unit rakit milik DD

– 2 unit rakit milik IL

– 1 unit rakit milik PD

📌 Menjadi Sorotan — Baru Saja Berakhir Operasi Penertiban

📌Baca Juga : 🔗 Operasi PETI Kuantan Merah Putih Presisi — Polda Riau Bongkar Jaringan Hingga Pemodal, Amankan Rp972,8 Juta & Emas Ratusan Gram

Kasus ini mencuat karena baru saja berakhir Operasi PETI Kuantan Merah Putih Presisi 2026 yang digelar pada pertengahan Agustus, di mana Wakapolda Riau Brigjen Pol. Hengki Haryadi menegaskan penindakan tidak hanya menyasar pekerja lapangan, tetapi membongkar seluruh rantai kejahatan — mulai pelaku, pengendali, pemodal, hingga penampung hasil tambang ilegal. Namun faktanya, aktivitas PETI kembali berjalan tanpa hambatan.

“Penindakan tidak hanya menyasar pekerja lapangan, tetapi mengungkap seluruh rantai kejahatan — mulai pelaku lapangan, pihak yang memerintahkan/mengendalikan, pemodal, hingga penampung hasil tambang ilegal,” ungkap Wakapolda Riau Brigjen Pol. Hengki Haryadi dalam konferensi pers, 18/8/2026.

Kasus ini mencuat karena baru saja berakhir Operasi PETI Kuantan Merah Putih Presisi 2026 yang digelar pada pertengahan Agustus, di mana Wakapolda Riau Brigjen Pol. Hengki Haryadi menegaskan penindakan tidak hanya menyasar pekerja lapangan, tetapi membongkar seluruh rantai kejahatan — mulai pelaku, pengendali, pemodal, hingga penampung hasil tambang ilegal.

📌 Langkah Selanjutnya — Masih Menunggu Klarifikasi Polsek Kuantan Hilir 

Hingga berita ini diterbitkan, Polsek Kuantan Hilir belum memberikan klarifikasi terkait keberadaan aktivitas PETI tersebut. Pihak redaksi Kabaraktual.online masih menunggu tanggapan resmi untuk menjaga independensi dan keakuratan informasi. (Supriadi)

Editor: Redaksi 

📎 Keterkaitan Berita

Kembali maraknya PETI pasca-operasi penertiban menunjukkan bahwa pengawasan berkelanjutan dan tindakan tegas terhadap pemodal sangat diperlukan. Warga yang seharusnya merasa aman justru merasa terintimidasi dan kehilangan akses terhadap air bersih. Hal ini menjadi ujian nyata bagi komitmen penegakan hukum dan perlindungan lingkungan di wilayah Kuantan Singingi.

banner 120x600