KABARAKTUAL.ONLINE | KUBU RAYA — Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Dr. Suharyanto, S.Sos., M.M. memimpin langsung rapat koordinasi penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, pada Jumat (4/9/2026).
Rapat dihadiri Menteri Kehutanan, Gubernur Kalimantan Barat, serta jajaran Forkopimda untuk mempercepat pemadaman dan pengendalian dampak kebakaran.
Kepala BNPB melaporkan total luas lahan yang terdampak kebakaran di Kalimantan Barat mencapai 38.310 hektare.
Ia menegaskan tidak semua titik panas (hotspot) menunjukkan kebakaran nyata — verifikasi lapangan maupun udara tetap diperlukan untuk memastikan sumber api yang sebenarnya.
“Tidak semua hot spot menunjukan lahan terbakar atau sumber panas lainnya, perlu adanya pemantauan secara langsung ke lokasi-lokasi tersebut baik melalui udara maupun darat,” ujar Suharyanto.
📌 Baca Juga : 📎 Kemenhut Siapkan Ekosistem Bisnis Kehutanan Lebih Pasti, Produktif & Berkelanjutan
Satgas gabungan terus diperkuat dengan dukungan alutsista dari BNPB:
– ✈️ Helikopter patroli: 2 unit
– 🌧️ Operasi Modifikasi Cuaca: 2 unit
– 💧 Water bombing: 9 unit
– 🇯🇵 Bantuan Jepang: 3 helikopter Chinook — dijadwalkan tiba Rabu berikutnya
📌 Baca Juga : 📎

Pemerintah akan menggencarkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) menyusul informasi potensi awan hujan pada periode 4–8 September 2026. Langkah ini menjadi strategi utama untuk membantu pembasahan lahan gambut yang rentan terbakar.
“Pemerintah memaksimalkan operasi modifikasi cuaca untuk membasahi lahan gambut di Kalimantan Barat dengan memanfaatkan potensi awan hujan guna menekan kebakaran,” tambah Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni dalam kesempatan yang sama. (Wn)
Editor: Redaksi












